Oleh: Herawati, S.Pd.I

Gelombang Tren K-pop sudah tidak dapat dibendung lagi, hampir semua kalangan terpukau dengan hal-hal yang datang dari negri korea, seperti drama Korea, girl band, boy band, bahkan siaran mokbank khas Korea punya jutaan fans tersendiri di Indonesia.

Tidak hanya dari kalangan masyarakat biasa yang eforia dengan segala hal yang berkaitan dengan K-pop, orang no dua di negri inipun ikut membahas tentang Korean wave, Sebagai mana dilansir dari
cnnindonesia.com Wakil Presiden Ma’ruf Amin tampaknya tak mau melewatkan momen untuk ikut membahas tren K-pop di Indonesia.
Pada peringatan 100 Tahun Kedatangan Orang Korea di Indonesia, Minggu (20/9), dia menilai saat ini banyak anak muda Indonesia yang gandrung menonton Drama Korea atau yang dikenal sebagai Drakor dan mengenal artis K-pop.

Ma’ruf juga melihat peluang tren K-Pop dan Drama Korea yang menjamur jadi potensi untuk dijadikan inspirasi bagi generasi muda Indonesia dalam membawa budaya Indonesia ke kancah internasional.

Padahal apabila kita cermati, budaya K-Pop sejatinya berbahaya bagi generasi masa kini, alih-alih supaya jadi sumber inspirasi anak negri, kenyataan yang terjadi, tren K-pop adalah akar masalah dari degradasi moral yang terjadi pada generasi muda saat ini.

Tren K-pop sengaja dipasarkan ke negri-nergri muslim, termasuk Indonesia. Demi mengokohkan gaya hidup liberal yang hedonis ala kapitalis sekuler, layakkah Korean Wave menjadi panutan? Maka jawaban tidak! Pemerintah seharusnya menjadi perisai dan filter dari buruknya tren K-pop yang jauh dari nilai-nilai Islami, bukan malah sebaliknya menjadikan K-pop sebagai sumber inspirasi.

Pemerintah juga harus cermat melihat fakta kerusakan lifestyle masyarakat Korea, salah satunya adalah tingginya kasus bunuh diri dikorea baik itu dari kalangan masyarakat biasa ataupun selebritas, memang betul Korean Wave hasilkan devisa besar bagi negara Korea, tapi telah nyata mengekspor budaya kerusakan ke seluruh dunia termasuk Indonesia.

Inilah wajah buruk pemerintah Demokrasi kapitalisme sekuler, dimana segala sesuatu hanya bertolak ukur pada kepentingan dan manfaat semata, politik praktis ala demokrasi sudah nyata mengesampingkan Islam sebagai sistem hidup yang hakiki, dalam sistem demokrasi dakwah Islam dipersekusi, khilafah dimonsterisasi, dan propaganda ajaran radikal bagi ulama lurus pewaris para nabi.

Hal ini membuktikan, bahwa sesuatu hal yang utopis idiologi kapitalisme bisa dicampurkan dengan idiologi Islam, karena hakikatnya, kedua idiologi tersebut mempunyai aqidah dan tujuan yang berbeda satu sama lain dalam mengatur kehidupan, baik kehidupan individu maupun kehidupan bernegara.

Berbeda dengan sistem pemerintah yang datang dari Ilahi, Daulah Khilafah Islamiyah yang menerapkan syariah Islam secara sempurna, mampu menjadi filter dan perisai dari buruknya tren dan budaya yang datang dari luar Islam.

Imam Bukhari dan Muslim telah meriwayatkan hadits dari jalur Abu Hurairah radhiya-Llahu ‘anhu, bahwa Nabi shalla-Llahu ‘alaihi wa Sallama, bersabda:

إِنَّمَا الإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ فَإِنْ أَمَرَ بِتَقْوَى اللهِ عَزَّ وَجَلَّ وَعَدْلٌ كَانَ لَهُ بِذَلِكَ أَجْرٌ ، وَإِنْ يَأْمُرُ بِغَيْرِهِ كَانَ عَلَيْهِ مِنْهُ [رواه البخاري ومسلم]

“Sesungguhnya seorang imam itu [laksana] perisai. Dia akan dijadikan perisai, dimana orang akan berperang di belakangnya, dan digunakan sebagai tameng. Jika dia memerintahkan takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla, dan adil, maka dengannya, dia akan mendapatkan pahala. Tetapi, jika dia memerintahkan yang lain, maka dia juga akan mendapatkan dosa/adzab karenanya.” [Hr. Bukhari dan Muslim]

Daulah Islam tidak mengizinkan budaya hedonis liberal masuk kenegaranya, bahkan Daulah Islam akan menghancurkan segala tradisi dan budaya yang tidak Islami yang telah nyata kerusakannya.

Adapun hubungan luar negri Daulah Khilafah dimaksudkan hanya untuk mendakwahkan Islam, karena dakwah bagian dari kewajiban setiap muslim. Berdakwah adalah tugas mulia sebagai mana Allah Subhanahu Wata’ala, menyematkan predikat khoiru ummah (sebaik-baik umat) kepada umat Muhammad Shalallahu ‘Alaihi Wassallam.

كُنتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنكَرِ وَتُؤْمِنُونَ بِاللَّـهِ … ﴿١١٠﴾

“Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah.” (QS: Ali Imron 110).

Untuk itu sepatutnya generasi muslim didorong kuasai dan promosikan ajaran Islam, serta turut serta mengkampanyekannya sehingga menjadi sumber life style global, sehingga bisa mewujudkan rahmatan lil alamin. Allah SWT berfirman; bukan malah sebaliknya.

وَمَآ أَرْسَلْنَٰكَ إِلَّا رَحْمَةً لِّلْعَٰلَمِينَ

“Dan tidaklah Kami mengutus engkau (Muhammad), melainkan untuk menjadi rahmat bagi semesta alam”
(TQS. al-Anbiya [21]: 107). Wallahu A’lam bishawwab.