oleh: Linda Khadeeja

“Kamu sekarang memang sulit Muhammad, tapi suatu saat kekuasaanmu seperti Dzulkharnain yang kekuasaannya dari timur sampai barat bumi” (Syaikh Syafiyyurahman Al Mubarakfuri)

Dzulkharnain dipotret oleh Allah adalah sosok raja yang memiliki kekuasaan dari Timur sampai ke barat bumi.

Namun sosoknya tidak jelas. Ini artinya Allah ingin kita belajar pada peristiwanya untuk dijadikan ibroh/pelajaran.

“Mereka akan bertanya kepadamu (Muhammad) tentang Zulqarnain. Katakanlah, “Aku akan bacakan kepada kalian cerita tentangnya.Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu.” (Qs. Al Kahfi:83)

Allah memberikan tamkin atau kekuasaan pada Dzulkarnain.

Tamkin memiliki arti kekuatan, kekuasaan dan kekokohan di muka bumi. Nabi Yusuf juga diberikan tamkin oleh Allah.

Sebagaimana Allah berfirman dalam QS:An Nur:55

“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang di antara kamu yang beriman dan mengerjakan amal saleh, bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa, dan sungguh Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai (Islam). Dan Dia benar-benar akan mengubah (keadaan) mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembahku-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu pun. Tetapi barang siapa (tetap) kafir setelah (janji) itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”

Jadi Allah akan menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh akan menjadikan mereka berkuasa di muka bumi. Dan menjadikan agama mereka agama yang kokoh dan kuat, dan akan memberikan kepada mereka nikmat keamanan dan kesejahteraan.

Itulah janji Allah dan janji itu adalah janji yang pasti terjadi. Karena mustahil Allah mengingkari janji-Nya selama mereka berpegang teguh kepada perintah dan ajaran-Nya.

Zaman di depan kita yang akan hadir adalah zaman kebesaran Islam dan kekuasaan bagi orang-orang muslim.

Oleh karenanya itu tamkin(kekuasaan) akan diberikan kepada orang-orang muslim asal kita mau belajar dari orang-orang yang telah Allah beri tamkin terlebih dahulu sebelum kita.

Dzulkarnain dipotret oleh Allah dari sisi kekuasaannya. Artinya kekuasaan itu adalah alat yang sangat berbahaya. Apabila kekuasaan berada ditangan yang salah maka yang ada hanya penindasan dan kediktatoran dan bahkan kerusakan.

Rasulullah sebelum diberikan tamkin oleh Allah, beliau disuguhi oleh Allah potret-potret orang yang diberikan tamkin oleh Allah sebelumnya. Agar Rasulullah belajar dan mempersiapkan diri untuk menyongsong kebesarannya.

Sebagaimana tertuang dalam Qs. Al Kahfi ayat 84 Allah berfirman:

“Sesungguhnya Kami telah memberi kekuasaan kepadanya di (muka) bumi, dan Kami telah memberikan kepadanya jalan (untuk mencapai) segala sesuatu”

Maka, dengan keagungan Allah dan kuasa-Nya, Dzulkarnain diberikan kemudahan untuk agar menempuh jalan-jalan di muka bumi. Dan Allah memberinya ilmu yang dia perlukan untuk mencapai tujuannya.

Hingga dengan cara-cara-Nya Dzulkarnain mampu berjalan ke arah barat hingga sampai di barat tempat terbenam matahari. Dan ujung timur bumi tempat matahari itu terbit.

Sabab artinya segala sarana/potensi/ kekuatan untuk mencapai tujuan. Jika diberikan tamkin (kekuasaan) oleh Allah maka harus mengusahakan sabab terlebih dahulu.

Karena kita harus bisa mengukur kemampuan diri. Janganlah kita berteriak-teriak minta kekuasaan sementara kita belum punya alat atau segala sarana untuk mendukung kekuasaan atau kepemimpinan itu.

Maka, kita harus menyiapakan sabab ataupun kekuatan dan segala sarana sebelum kita diberi amanah kekuasaan dari Allah.

Sebagaimana dalam Qs. Al Anfal:60 Allah berfirman:

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berpegang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu dan orang-orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya, sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalas dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya.”

Maka, kita perlu menyiapkan apa saja untuk berjihad dijalan Allah dengan mengerahkan semua kekuatan dan segala sarana dengan sungguh-sungguh.

Jika saat ini kondisi kita semakin lemah maka pantaslah hari ini kita tidak memimpin dan tidak diberikan kekuasaan atau tamkin oleh Allah.

Maka, jika kita ingin berkuasa kembali menggenggam bumi ini kita harus bangkit dan bersatu. Dalam satu ritme. Satu gerakan yang sama.

Sebagaimana gelombang tsunami yang akan menghancurkan segala sesuatu yang dilewatinya.

Ketika kita telah memiliki semua sarana, kekuatan atau sabab telah melekat dalam diri kita maka cepat atau lambat pasti Allah akan berikan tamkin atau kekuasaan itu pada kita. Dan kita layak memimpin bumi.

“Maka diapun menempuh suatu jalan.” (Qs. Al Kahfi ayat 85)

Maka, Dzulkarnain menempuh cara-cara dan jalan-jalan tersebut dengan mengerahkan usaha dan sungguh-sungguh.

Kemudian Allah memberinya sebab kausalitas yang dapat mengantarkan dirinya kepada apa yang telah dicapai, untuk dipergunakan melumpuhkan negeri-negeri dan memudahkannya masuk ke wilayah-wilayah yang jauh.

Dan dia telah beramal dengan sebab-sebab yang Allah berikan kepadanya.
Maka, mana saja wilayah yang diberikan oleh Allah dalam kekuasaan kita, maka kita harus menyambanginya meskipun jauh dan susah sekali untuk mencapai ke sana.

Sebagaimana Dzulkarnain menyambangi wilayah-wilayah yang sangat jauh yang masih termasuk kekuasaannya.

Beliau juga mempergunakan fasilitas-fasilitas yang telah diberikan oleh Allah sebagaimana mestinya.

Tidak setiap orang yang mempunyai sebab kausalitas mampu menjalankannya, dan tidak setiap orang sanggup memperoleh sebab kausalitas.

Bila sudah terpadukan antara kesanggupan memperoleh sebab kausalitas yang hakiki dan menjalankannya, niscaya terwujudlah tujuan.

Demikianlah Allah memberikan potret sosok Dzulkarnain kepada Rasulullah untuk beliau pelajari juga untuk ditiru dalam menjalankan kepemimpinan dan kekuasaannya di muka bumi.

Begitupun kita umat Muhammad yang ke depan ini adalah zaman kebesaran muslimin maka penting buat kita pikirkan dan pahami bersama tentang segala sarana dan upaya agar kita layak diberikan tamkin atau kekuasaan oleh Allah untuk mengelola bumi ini.

Semoga Allah berkahi dan bimbing kita untuk meraih segala sesuatu untuk mendukung kebesaran kita di masa depan.

Aamiin Allahuma Aamiin.

🖋️Linda_Khadeeja