Oleh: Nurilam Binti Abubakar
(Pegiat Literasi Aceh)

Baru-baru ini pemberitaan nasional sempat dihebohkan dengan pernyataan wakil presiden Republik Indonesia bapak MA berharap budaya K-POP dapat menginspirasi munculnya kreativitas anak muda Indonesia (detiknews, 20/9/2020).
Munculnya pernyataan tersebut sangat mengejutkan banyak pihak. Pasalnya pernyataan tersebut cukup kontradiktif. Di sisi lain Indonesia juga memiliki industri musik yang tidak kalah dari negeri lain, kenapa kemudian K-Pop menjadi contoh yang harus diikuti.

Layakkah K-Pop dijadikan panutan?

Tentu pertanyaan tersebut dapat kita jawab sendiri. Sebagaimana di ketahui K-Pop (Korean Pop) merupakan nama atau istilah yang disematkan untuk industri musik yang lahir dari Korea. K-Pop biasanya terdiri dari beberapa orang penyanyi dalam sebuah panggung musik, mereka bernyanyi sambil menari sesuai dengan jenis musik dan identik dengan pakaian seksi.

Untuk masuk ke dalam salah satu industri musik tersebut juga tidak mudah, para muda mudi Korea harus melewati berbagai seleksi terlebih dahulu. Jika sudah terpilih mereka juga akan dikarantina dengan berbagai macam aktivitas yang super ketat. Seperti harus latihan dalam waktu yang lama, tidak boleh makan sembarangan, tinggi badan dan berat badan juga harus dijaga, tidak boleh menikah dan aturan lainnya. Tentu ketika mereka tidak dapat mematuhi peraturan tersebut, mereka harus siap untuk dikeluarkan.

Bagi anak muda Korea, ketika berhasil menjadi bagian dari penyanyi K-Pop,maka ini adalah sebuah kebanggaan tersendiri. Meski banyak hal yang mereka tidak sukai, atau banyak hal yang tidak boleh dilakukan secara bebas. Namun demikian, mereka tetap bangga karena mendapatkan sebuah pengakuan baru dapat bergabung di K-Pop.

Tidak sedikit pula yang mengalami stress, depresi berat, bahkan ada yang sampai melakukan aksi nekat yaitu bunuh diri. Bukan tanpa alasan mereka melakukan hal konyol tersebut, karena dihadapkan pada situasi yang tidak mengenal lelah dan harus mau mengikuti berbagai aturan yang diterapkan.

Budaya hedonisme adalah salah satu hal nyata yang diperlihatkan K-Pop. Kehidupan glamor dan serba bebas dalam segala hal ditambah para artis Korea tersebut manyoritas tak punya agama (Atheis). Lalu apa yang menjadi panutan dari K-Pop bagi muda mudi Indonesia yang mayoritas muslim? Semangat mereka dalam berkarya, bermusik, kerja keras atau kehidupan yang serba bebas? Apa yang dilakukan oleh artis Korea tersebut, atas dasar tuntutan hidup, hanya untuk pengakuan sosial yang berorientasi pada cinta dunia semata.

Lantas siapa Yang Layak Menjadi Panutan?

Sebagai muslim panutan atau contoh haruslah orang yang seiman dan secara kepribadian memiliki pribadi yang baik. Terlebih bagi muda mudi Islam, tak boleh sembarangan mencontoh. Karena siapa pun yang dijadikan panutan, tentu akan mengikuti kebiasaan orang tersebut.

Bisa dibayangkan, ketika yang dicontoh adalah penyanyi K-Pop. Dengan segala kehidupan serba bebas dan apapun yang mereka lakukan pasti akan diikuti oleh para pengikutnya. Bahkan tidak sedikit rela dipeluk, rela bergadang, rela jual harta bahkan jual diri hanya demi ketemu sang iidola.

Salah satu watak bawaan dari manusia sejak Allah menciptakannya adalah kecenderungan untuk selalu meniru dan mengikuti orang lain yang dikaguminya, baik dalam kebaikan atau keburukan. Kenyataan tersebut bisa kita lihat langsung, ketika yang dijadikan panutan itu adalah artis, penyanyi Korea, atau hal-hal buruk lainnya. Ini adalah kenyataan yang sangat buruk, karena bagi para pengikutnya, mereka akan melakukan apa saja yang dilakukan oleh idolanya termasuk gaya hidup.

Hal tersebut dilarang dalam Islam. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW, “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka”. Surah Al Ahzab :21 yang artinya “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah teladan yang baik bagimu yaitu orang yang mengharapkan rahmat Allah dan balasan kebaikan pada hari kiamat dan dia banyak menyebut nama Allah”.

Dari sabda Nabi Muhammad SAW dan firman Allah SWT, kita dapat memahami bahwa yang pantas dijadikan sebagai panutan adalah Rasulullah dan para pengikutnya ( ulama dan orang-orang shaleh ) yang cenderung hatinya selalu berjuang dijalan Allah SWT. Mereka yang selalu basah lisannya dengan mengajak manusia menyembah Allah. Mereka yang berdakwah mengajak pada yang makruf dan menjauh dari yang mungkar. Tentu inilah orang-orang yang pantas dijadikan panutan bagi muda mudi Indonesia. Panutan yang akan menghantarkan ketentraman hidup baik di dunia maupun di akhirat. Karena kelak di akhirat Allah akan menghimpun kita bersama dengan orang-orang yang kita cintai. Termasuk orang-orang yang kita jadikan panutan. Maka pastikan siapa yang menjadi panutan kita sekarang. Ini bukan tentang siapa yang berbicara, tapi tentang apa yang dia kerjakan ( baik atau buruk ).

Wallahu A’lam Bishawab.