Oleh: Masrina Sitanggang

Kampanye islamophobia semakin digencarkan oleh kaum kafir dan munafik belakangan ini. Mulai dari cadar, hijab, jihad, khilafah mereka memberi stigma buruk terhadap ajaran-ajaran islam. Hal ini banyak menggiring opini dan pemikiran masyarakat awam. Namun tidak sedikit pula masyarakat yang sadar akan syariat.
Kaum liberal muncul dengan berasaskan kebebasan, namun sayang kebebasan yang mereka junjung beramakna ganda. Buktinya kaum ini juga nyinyir terhadap hijab yang dikenakan oleh anak-anak. Bukankah harusnya itu adalah kebebasan serta hak orang tua? Lantas kenapa jadi sorotan dengan dalih pemaksaan? Seakan kebebasan hanya milik kelompok ini.
Orang yang berhasil lolos dari jangkitan penyakit ganas islamophobia adalah mereka yang mau mencari tahu dan mencari kebenaran dengan bertanya kepada ahli dan orang yang tepat. Yaitu para ustadz/ah, jamaah atau individu yang terpercaya dengan dalil kuat yang memuaskan akal serta menentramkan hati. Islamophobia hadir di dalam jiwa yang orang awam akibat hasil dari ketidaktahuannya terhadap syariat islam, dan penguasa yang lebih cinta dunia sehingga takut kekuasaanya akan jatuh.
Karena keturunan adalah aset berharga bagi orang tua menuju ke Surga. Maka orang tua berkewajiban untuk mendidik generasinya sesuai dengan islam agar tidak menjadi generasi yang lemah akibat minim ilmu agama. Tidak tanggung-tanggung, pendidikan anak bahkan dimulai sebelum ia lahir, yakni mulai dari pemilihan pasangan. Karena dari orang tua shalih sholihah akan lahir generasi yang sholih pula.


Rasulullah menyerukan untuk menyuruh anak sholat di usia masih terbilang dini, yakni 7 tahun. Namun apabila belum bisa konsisten, maka orang tua tidak boleh memukulnya. Hanya bisa menakut-nakuti agar anak tidak meninggalkan sholat, dan syariat lainnya termasuk menutup aurat.
Diusia 10 tahun, Rasulullah menyerukan agar orang tua menyuruh anaknya untuk sholat. Dan apabila anak melanggar, maka boleh dipukul. Tentunya dengan kadar yang tidak sampai melukai anak. Hukuman hanya sebagai peringatan agar anak terbiasa taat melaksanakan syariat