Oleh: Nana Rosida

Di bulan September ini, terdapat peringatan Hari Kesetaraan Upah Internasional. Di Indonesia, peringatan ini sekaligus momen menggaungkan tuntutan kesetaraan upah ala gender. Data terbaru yang dirilis UN Women menunjukkan bahwa perempuan di dunia masih dibayar lebih rendah dibandingkan laki-laki, dengan perkiraan kesenjangan upah sebesar 16 persen. Sedangkan di Indonesia sendiri, data menunjukkan perempuan memperoleh pendapatan 23 persen lebih rendah dibandingkan laki-laki (kumparan.com, 19/9/2020).

Berdasarkan data survei BPS 2015 perbandingan jumlah laki-laki 51 % dan penduduk perempuan 49%. Jumlah yang hampir sama dengan laki-laki, perempuan Indonesia mulai menempati sektor dan jabatan tertentu. Hal ini diklaim sebagai hasil kampanye pemberdayaan perempuan.

Kendati lebih banyak pekerja perempuan yang memiliki gelar D3/D4 atau sarjana dibandingkan laki-laki, pendidikan yang lebih tinggi tidak mempersempit kesenjangan upah berdasarkan gender. Bahkan pekerja perempuan dengan tingkat pendidikan sarjana mendapatkan upah yang cukup rendah dibandingkan laki-laki.

Perempuan Indonesia pun masih banyak berada di pekerjaan informal. Menurut Kementerian Keuangan, kurang dari 50 persen perempuan yang bekerja profesional, hanya 30 persen yang menduduki posisi manajerial dan dibayar lebih rendah daripada laki-laki.

Belenggu Kapitalisme pada Perempuan

Kekerasan pada perempuan, human trafficking, kesejahteraan, kesempatan kerja merupakan isu populer pada perempuan Indonesia. Secara umum, masyarakat berpikir apabila wanita bekerja, ekonomi keluarga akan bergerak dan ekonomi negara meningkat. Namun pada kenyataannya, meski tingkat partisipasi perempuan meningkat dalam dunia kerja tetapi pertumbuhan ekonomi dunia tetap tidak meningkat.

Sementara, banyak program pemberdayaan menyasar perempuan. Lembaga swadaya masyarakat, pemerintah bahkan UN Women berlomba-lomba mengeluarkan wanita dari rumah. Garis besar program pemberdayaan yang justru berujung pada eksploitasi perempuan.

Hadirnya perempuan di luar rumah dalam rangka peningkatan kesejahteraan telah mencabut fungsi domestik perempuan secara massal. Dalam kondisi ekonomi kapitalis seperti ini perempuan terpaksa membantu memenuhi kebutuhan keluarga dengan bekerja di luar rumah.

Terlebih, pekerja perempuan sangat diminati kapitalis karena faktor gaji murah dan perempuan mudah ditekan untuk menyelesaikan target mereka dengan kompensasi kecil. Inilah perempuan dalam sistem ekonomi kapitalis. Narasi pemberdayaan hanyalah dalih untuk melakukan eksploitasi.

Fungsi Perempuan dalam Islam

Islam membolehkan wanita bekerja, namun bukan menjadi tulang punggung. Karena fungsi wanita (ibu) adalah ummu madrasatul ula, sekolah yang pertama. Sedangkan ayah adalah kepala sekolahnya.

Islam memandang peran penting perempuan menjadi soko guru keluarga dan negara. Sosok perempuan sebagai pendidik generasi menduduki fungsi paling penting dalam keberlangsungan suatu negeri.

Disayangkan sekali sekarang fokus ayah dan ibu terpecah memikirkan kebutuhan finansial rumah tangga, dan cenderung lalai dengan tugas pokok mereka. Ekonomi kapitalis memaksa mereka menghabiskan waktu memenuhi kebutuhan dasar sandang, pangan, papan, kesehatan dan keamanan yang seharusnya menjadi tanggung jawab negara.

Para penggerak kesetaraan gender yang mengkampanyekan stop kekerasan pada perempuan, human trafficking, tuntutan kesejahteraan, kesempatan kerja dll semua ini hanyalah masalah cabang yang tidak akan bisa diselesaikan secara tuntas.

Mengingat sumber masalah bukan pada kasus-kasus tersebut. Akar masalah berada pada sistem kehidupan yang digunakan. Sistem kehidupan yang memaksa manusia keluar dari fitrahnya sehingga posisi manusia menjadi rendah.

Sistem Islam berada puncak peradaban selama hampir 14 abad yang pernah menaungi 2/3 dunia. Hak anak manusia sangat dilindungi. Hasil peradabannya masih kita dapat lihat dan rasakan.

Hampir seratus tahun sistem ini ditinggalkan dan kaum kapitalis berkuasa. Umat manusia menderita tanpa sadar sumber penderitaannya dari mana. Semoga umat Islam mampu mengakhiri ketertindasan ini.