Oleh: Monica Silviana (Aktivis Muslimah)

Generasi muda merupakan ‘aset’ penting bagi suatu bangsa. Bagaimana tidak? Dari tangan merekalah tercipta perubahan untuk melanjutkan dan mengembangkan visi misi suatu negeri. Namun generasi seperti apa yang harus menjadi penerus bangsa?

Belum lama ini Wapres, K.H Makruf Amin memberi pernyataan dalam sambutan peringatan 100 tahun kedatangan orang Korea di Indonesia. Beliau berharap K-pop dapat menginspirasi munculnya kreativitas anak muda Indonesia, hingga mengenalkan budaya-budaya Indonesia pada dunia.

“Budaya K-Pop diharapkan dapat menginspirasi munculnya kreativitas anak muda Indonesia dalam berkreasi dan mengenalkan budaya Indonesia ke luar negeri.” (tirto.id, 20/9/2020)

Ini justru hal yang sangat keliru jika menjadikan Korea Selatan sebagai lifestyle anak muda. Mengingat fakta bahwa Korea Selatan penyumbang angka kematian tertinggi bunuh diri. Bunuh diri di Korea Selatan adalah tingkat tertinggi ke-10 di dunia menurut Organisasi Kesehatan Dunia, serta tingkat bunuh diri kedua dalam OECD setelah Lithuania. Pada 2012, bunuh diri menjadi sebab kematian tertinggi keempat di Korea Selatan. (id.m.wikipedia.org)

Penyebab dari kebanyakan kasus bunuh diri pun terjadi karena depresi. Sekitar 287.000 dari 1,3 milyar orang bunuh diri setiap tahunnya dengan rentang umur terbesar antara 15 sampai 34. Stres karena tekanan dari sekolah dan pekerjaan menjadi penyebab utama peristiwa bunuh diri. Selain itu, angka bunuh diri semakin meningkat sejak reformasi pintu terbuka dan perekomian yang meningkat.

Bagaimana bisa membangun sebuah negeri jika sumber daya manusianya memiliki jiwa yang lemah. Padahal seharusnya yang harus dijadikan lifestyle oleh para kawula muda adalah ada pada agama mereka sendiri yakni Islam.

Sebab itu pula Allah mengutus Nabi Muhammad sebagai teladan untuk membangun peradaban. Pribadi Nabi seluruhnya adalah kebaikan untuk semua bidang kehidupan. Seharusnya yang dijadikan sumber inspirasi adalah Nabi Muhammad SAW yang kehadirannya sebagai penyempurna akhlak. Bukannya budaya Korea yang rentan dengan lifestyle-nya yang rusak.

Perintah meneladani Rasul, Allah berfirman dalam surat Al-Ahzab ayat 21 yang artinya “Sungguh, telah ada pada diri Rasululah suri tauladan yang baik bagi kalian, yaitu bagi siapa saja yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari akhir dan dia banyak mengingat Allah.”

Dengan mereka mempelajari dan menerapkan ajaran Islam, maka akan terbentuk syakhsiyah (kepribadian) islam yang mana bisa menjadikan bersungguh-sungguh dan akan timbul jiwa-jiwa yang kreatif pada diri mereka. Dan semua ini juga akan terwujud dengan diterapkannya islam secara kaffah.

Allah berfirman, “Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam keseluruhan, dan janganlah kamu turuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al Baqarah: 208) Wallahua’lam Bisshowwab..