Taubat dan Kembali Kepada Syari۟at

Oleh : Lia Lisnawati

 Masih dengan duka yang sama, sepanjang waktu telah berlalu namun belum pula menemukan titik terang dari bencana yang tak hanya melanda Nusantara namun juga menjadi pandemi di berbagai negara. Ratusan bahkan ribuan masyarakat telah berpulang akibat serangan virus ini tak luput tenaga medispun telah berguguran dalam menangani wabah ini dan sungguh luarbiasa dampak besar dari virus ini karna bukan imunitas tubuh manusia saja yang dilemahkannya bahkan di sektor ekonomipun mengalami berbagai kelumpuhan terimbas dari virus ini sehingga masyarakat dan para pelaku usaha semakin menjerit dengan beban yang semakin menghimpit karena banyak dari mereka yang kehilangan pekerjaannya dan merugi dagangannya.

Maka seperti yang diberitakan, (kompas.com sabtu 26/9/20) bahwa Presiden Jokowi Dodo mengajak masyarakat untuk saling membantu antar sesama dan bagi umat muslim mengajak istigfar, dzikir dan taubat kepada Allah juga memperbanyak infak dan sedekah.

 Sungguh Islam telah meletakkan sebuah pemahaman bahwasanya bencana bukanlah sekedar peristiwa alam semata, melainkan bahwa setiap bencana yang terjadi adalah akibat perbuatan manusia. Alam pun  yang kita pahami sebagai  makhlukNya ia hanya tunduk, taat dan bertasbih kepada sang pemilikNya.

Maka di sini kenapa harus taubat nasional? Karena taubat ini harus dilakukan secara menyeluruh sejak dari pemimpin paling atas hingga pada rakyatnya, karna pertaubatan nasional itu perlu dilakukan demi menunjukan bahwa kita do۟if yang penuh dengan kesalahan dan kepongahan yang telah dilakukan seperti halnya dalam firman Alloh dalam Qur’an surat Al A’raf ayat 96

“Jikalau sekiranya penduduk negeri beriman pastilah kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat- ayat kami) itu, maka kami siksa mereka diakibatkan perbuatanya.”

 Memang benar bahwasannya kita harus bermuhasabah atas musibah yang terjadi saat ini dengan bertaubat memohon ampun atas segala kekhilafan yang telah dilakukan. Namun di sini esensi dari taubat ini seharusnya menyadarkan kita bahwa kita tidak hanya sekedar menyadari kesalahan semata namun juga memberbaiki kesalahan tersebut dengan kembali kepada syariatnya sebagai solusi problematika kehidupan .