Oleh : Mak Ayu

Di pulau Awang, saat para bento memegang kendali kekuasaan
Berkumpullah para bromocorah, maling, rampok setor pujian
Begitu pun dengan para jongos yang yang tertawa keras bersamanya
Dalam jamuan prasmanan mewah di hotell berbintang

Sementara
Ada pilu, air mata, ketakberdayaan adalah keseharian
Yang harus dijalani dalam ketakutan menghadapi esok
Dalam diam, harus terus bekerja meski tak bisa dinikmati
Karena bento dan kawanannya akan kembali mengambilnya

Menjarah paksa dengan aturan menjerat mangsa
Yang tak kuasa di tolak mereka!
Meski bayang kematian di depan mata
Entah mati alamiah atau mati karena ulah kawanan si bento

Sudikah kalian hidup terus seperti itu?
Ibarat pepatah “Hidup segan mati pun tak mau”
Bangkitlah dari ketakutan menatap masa depan

Wahai saudara saudariku
Lihatlah bumi membentang luas menantimu
Membangun ukhuwah menjadi singa-singa medan laga
Yang hanya lemah dihadapan Sang Penguasa sesungguhnya

Ingatlah dalam benakmu, tancapkan pada anakmu
Bahwa kejahatan yang terorganisir dengan baik
Mampu mengalahkan kebaikan yang tidak diorganisir
Maka bangkitlah mengikat kebaikan bersama
Pasti para penjahat itu lari tunjang langgang

Ngawi, 1 Oktober 2020