Oleh: Umi Jamilah (Aktivis Muslimah)

Selama masa pandemi covid-19 masih merebak, maka belajar online atau Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) masih tetap dilaksanakan karena mengingat angka korban virus yang terus meningkat. Tujuan PJJ ini tak lain adalah untuk mencegah sekolah agar tidak menjadi kluster baru penyebaran virus.

Bersamaan dengan diterapkannya PJJ, tak lama ini ada sebuah kasus seorang ibu yang tega membunuh anak kandungnya sendiri, Keysya Shafiah, yang masih berusia 8 tahun lantaran susah di ajari belajar online. Dan ironinya ayahnya juga membantu menguburkan jenazah anaknya tersebut. Pasangan suami istri itu akhirnya berhasil diciduk polisi dalam waktu 20 jam. (jpnn.com, 16/09/2020).

Kejadian ini hanyalah satu dari beberapa kasus yang terungkap. Miris, tangan ibu yang seharusnya digunakan untuk memeluk dan membelai anaknya terkotori dengan menghilangkan nyawa buah hatinya sendiri. Padahal tugas seorang ibu adalah melindungi anaknya. Termasuk dalam hal mengajari semua hal yang berhubungan dengan kehidupannya.

Di zaman modern ini, menjadi seorang ibu harus mempunyai kesabaran yang tinggi dalam mendidik anak-anaknya. Sistem Kapitalisme di negeri ini terus saja menggerus kewarasan dan kesabaran seorang ibu. Sistem rusak yang hanya memikirkan keuntungan segelintir manusia tanpa memperhatikan nasib rakyat. Sehingga negara tidak punya peran dan fungsi sebagai pelindung keluarga.

Islam memberikan solusi yang hakiki terhadap peran ibu. Islam akan menempatkan peran ibu pada kedudukan yang mulia. Peran ini sejatinya dapat diraih ketika ia berada dalam fitrahnya, yaitu sebagai pendidik utama dan pertama bagi anak-anaknya juga sebagai pengatur rumah tangga (ummun warobbatul bait).

Ibu adalah posisi yang sangat strategis, sebab masa depan generasi dan bangsa sangat ditentukan oleh posisi ini. Maka proses pendidikan yang dilakukan oleh kaum ibu menjadi kunci utama tingginya suatu peradaban bangsa.

Sementara negara akan menjadi perisai bagi ibu, sekaligus pencetak para ibu dan calon ibu hebat. Karena negara mengambil peran besar dalam mengatur dan menentukan kebijakan agar ibu menjadi baik dan fitrah itupun akan terjaga.

Negara yang dirindukan ini bukanlah negara dalam sistem kapitalisme-sekulerisme. Tetapi negara yang menerapkan islam secara kaffah, yaitu Khilafsh ‘ala minhajinnubuwwah.Wallahu a’lam bishshowaab.