Oleh: Marvha Mirandha
(Aktivis Mahasiswa)

Baru baru ini masyarakat kembali bereaksi akan surat yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Tak ayal surat ini pun menjadi viral, surat bernomor 420/11.09.F DISDIK tertanggal 30 September 2020 itu ditujukan kepada seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK se-provinsi Bangka Belitung yang ditandatangani Muhammad Soleh selaku Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Bangka Belitung. Surat ini berisi tentang instruksi membaca buku Muhammad Al Fatih 1435 karya Felix Y Siauw untuk meningkatkan minat literasi siswa.(viva.co.id)

Namun tak lama kemudian keputusan ini berubah. Dinas Pendidikan Bangka Belitung (Babel) membatalkan surat edaran (SE) yang mewajibkan siswa SMA/SMK membaca buku Muhammad Al Fatih 1453 yang ditulis Felix Siauw. Pembatalan itu hanya berselang satu jam setelah SE itu dikirim ke seluruh sekolah.(babel.inews.id)

Sebenarnya jika menilik dengan seksama buku Muhammad Al Fatih 1453 adalah buku yang sangat bagus dan dapat dijadikan role model bagi para generasi bangsa. Bagaimana perjuangan Muhammad Al Fatih dalam mewujudkan bisyarah Rosuullah SAW, terlepas melihat dari siapakah pengarang buku ini.

Sejujurnya, saat ini generasi muda sedang kehilangan atau bahkan krisis teladan. Pada akhirnya generasi muda justru malah banyak teralihkan oleh hal hal yang membuat hidup semakin hedonis. Memuja kehidupan dunia berlebihan, hingga hampir kehilangan jati diri sendiri. Hal ini juga membawa dampak pada moral remaja. Bagaimana mereka bergaul sampai terjerumus pada pergaulan bebas, perzinahan dan pada akhirnya dispensasi pernikahan karena hamil dikuar nikah, atau remaja yang menjadi begal bahkan preman yang tak segan melakukan kejahatan merupakan bukti tak terelakkan mengenai potret generasi muda saat ini.

Maka, sosok seperti Muhammad Al Fatih ini jelas bisa menjadi salah satu pilihan untuk menjadi teladan dan role model. Bagaimana Muhammad Al Fatih meyakini bisyarah Rosulullah hingga mampu mewujudkannya dengan banyak perjuangan dan pengorbanan. Hidup bervisi jelas dengan tujuan yang kokoh. Ketika visi dan keinginan hidup jelas maka generasi muda akan memiliki hidup yang ditujukan untuk perjuangan demi terwujudnya harapan. Tidak mudah goyah dan terombang ambing oleh berbagai hal. Karna generasi seperti Muhammad Al Fatih ini akan meletakkan ridho Allah diatas segalanya. Menjadikan Al Quran sebagai way of life. Maka tak akan ada generasi yang kebablasan dalam pergaulan bebas, terlibat geng geng berbahaya dan narkotika, karna hal itu jelas mengundang murka Allah.

Sayangnya generasi sekelas Muhammad Al Fatih dilahirkan dalam sistem islam. Dimana islam dijadikan patokan kehidupan. Pendidikan, Pergaulan, Perekonomian, Politik dan seluruhnya akan diurus dengan sistem islam. Maka sistem seperti inilah yang membuat Al Fatih mampu mewujudkan bisyarah Rosulullah. Maka, jika kita merindukan generasi seperti Al Fatih kembali dalam kehidupan haruslah ada penerapan islam secara kaaffah. So, masihkah kita menunda nunda untuk kembali pada islam secara kaaffah?. Sedang islam mampu mengatasi krisis keteladanan ditengah generasi. Wallahu’alam bis showwab.