Oleh : Amra Aatiqah

Pengesahan Omnimbus Law menimbulkan kontroversi dari berbagai kalangan. Pemerintah nampak tidak sabar mengesahkan sehingga muncul gelombang protes dari banyak kalangan bahkan mahasiswa ikut turun ke jalanan. Mereka semua turun menyuarakan ketidaksetujuan terhadap Omnimbus Law kebijakan nan kejam. Buruh rasa budak dalam UU cipta kerja. Segala hak pekerja dicabut, tidak ada status pegawai tetap semua bisa di PHK sewaktu-waktu dan hari libur dipangkas. Pekerja asing boleh masuk artinya lowongan pekerjaan bagi pekerja lokal menyempit.

Indonesia surga bagi para Investor, mereka berlaku seenaknya tidak akan terjerat karena diberi payung hukum. Undang-undang bisa dibeli oleh para pemilik modal pemerintah tinggal terima gaji duduk manis sambil minum kopi. Sementara rakyat tertindas dan dinistakan. Upaya mengkritik selalu dihalangi, menyuarakan kebenaran mic dimatikan, turun ke jalanan dikepung aparat, mengkritik lewat sosial media dikenai UU ITE katanya kita negara demokrasi tapi angkat suara malah dihalangi.

Penguasa selalu berbohong hingga kepercayaan rakyat memudar dan menghilang. Buruh, mahasiswa dan rakyat tak tahu siapa yang mewakilinya, mereka turun ke jalanan mewakili diri mereka sendiri. Mereka berjuang di tengah ancaman virus Korona yang mematikan. Mereka bingung harus bagaimana lagi akan berharap pada siapa lagi? Terlalu lelah untuk percaya pada mereka yang berkhianat.

Tahun 1945 Indonesia merdeka, tapi nyatanya merdeka tak menjamin kesejahteraan, kemiskinan terus meningkat, kita semakin terpuruk, negara terjajah tidak ada rasa aman dan berada di ambang kehancuran. Pemimpin selalu berganti dari waktu ke waktu tapi tak ada harapan maju stagnan tanpa ada perubahan. Siapapun pemimpinya dengan kebijakan apapun tetap sama saja, lantas yang harus kita ganti adalah sistem yang digunakan.
Selama ini kita menggunakan sistem buatan manusia yang bertolak belakang dengan fitrah dan menentang agama hasilnya kerusakan terjadi dimana-mana maka sudah saatnya kita kembali kepada sistem dari sang pencipta.

Akar dari segala permasalahan adalah dari sistem kufur warisan penjajah yang masih diterapkan maka sistem demokrasi sudah tua dan perlu diganti.

أَفَحُكْمَ ٱلْجَٰهِلِيَّةِ يَبْغُونَ ۚ وَمَنْ
أَحْسَنُ مِنَ ٱللَّهِ حُكْمًا لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ

“Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?”

Rakyat butuh sistem baru yang mampu memberangus segala permasalahan yang ada. Rakyat perlahan bangkit dari tidur panjangnya tugas kita para generasi khoiru ummah adalah merangkul mereka dan memberikan solusi pasti dan beralih pada ideologi Islam yang mengayomi seluruh umat manusia dengan Alquran dan Assunnah.

Wallahua’lam bishowab