Oleh: Ummu Thoriq

Muhammad Al-Fatih, seorang kesatria Islam, belakangan ini namanya viral menjadi perbincangan seantero jagad maya. Al-Fatih membebaskan kota Konstantinopel pada tahun 1453 dari kekaisaran Romawi Timur saat berusia 21 tahun. Penaklukan ini menjawab bisyarah Rasulullah SAW yang tertera pada hadisnya:

“Konstantinopel akan jatuh ke tangan Islam. Pemimpin yang menaklukkannya adalah sebaik-baik pemimpin dan pasukan yang berada di bawah komandonya adalah sebaik-baik pasukan.” (HR Ahmad).

Ketajaman visi, buah dari keimanan kepada Allah SWT dan meyakini bisyarah Rasulullah, membuat sosok Sang Penakluk ini patut dijadikan the real hero. Aksinya yang penuh dengan perhitungan, kecerdikan yang membuat lawan ciut, dan ketaatan yang tak diragukan lagi, menobatkan Al-Fatih sebagai sosok pahlawan ideal.

Maka, tak heran jika Dinas Pendidikan Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung ingin menularkan spirit Muhammad Al-Fatih ini ke para pemuda-pemudinya. Dilansir dari viva.co.id (2/10/2020), Kepala Dinas mengintruksikan para siswa SMA/SMK untuk membaca buku ‘Muhammad Al Fatih 1453’ yang ditulis oleh Felix Siauw melalui surat bernomor 420/11.09.F DISDIK tertanggal 30 September 2020. Surat ini ditujukan kepada seluruh Kepala Sekolah SMA/SMK se-provinsi Bangka Belitung. Tak hanya itu, merekapun ditugaskan untuk memetik intisari buku itu dalam sebuah rangkuman. Tentu saja harapannya tidak lain agar para siswa mengetahui sejarah kejayaan Islam dilihat dari sisi kisah perjuangan Muhammad Al-Fatih dan pasukan-pasukannya.

Namun, harapan itu pupus. Adanya kecaman dari pihak tertentu, akhirnya membuat Kepala Dinas membatalkan surat edaran tersebut dan mengaku bahwa ia telah teledor dalam merumuskannya. Alasan utama pembatalannya yakni buku tersebut disusun oleh salah satu anggota ormas yang telah dibubarkan.

Jelas, bahwa ada pihak yang tidak ingin kisah kegemilangan Islam tersampaikan kepada umat. yang selama ini telah rapi tersembunyi di bawah berbagai kebijakan. Baik kebijakan kurikulum pendidikan, media, dan sejumlah kebijakan lainnya. Mereka takut akan terlahir Al-Fatih – Al-Fatih yang baru, yang bertakwa dan visioner.

Kisah heroik Sang Penakluk tersembunyi dibalik sebuah ketakutan. Ketakutan akan kisahnya yang akan menular ke pemuda-pemudi di negeri ini. Bensin kebangkitan Islam.

Untuk menjenggal kebangkitan Islam, narasi-narasi yang tak masuk akal secara konsisten disebarkan. Seperti radikalisme, bertentangan dengan Pancasila dan akan memecah belah umat. Selaras dengan itu, KPOP yang jelas-jelas bertentangan dengan Islam, justru digamblang untuk memberi inspirasi bagi anak muda. Sungguh ironis.

Namun, publik cukup cerdas menanggapi kasus ini. Semakin ditutupi, buku kontroversial ini justru menyeruak ke permukaan. Literasi yang membuka mata umat, menjadikan hati mereka semakin bangga dengan keislaman mereka. Fitrah manusia untuk menerima kebenaran memang tak bisa dibendung.

Terlihat dari sini bahwa umat haus akan sebuah kebenaran. Kebenaran akan sejarah kegemilangan Islam yang telah lama ditutup-tutupi. Sejarah Islam ini nantinya akan membentuk kesadaran, bahwa mereka bisa kembali bangkit menjadi umat yang terbaik.

Saat ini, diri kita mungkin jauh untuk mencapai level seorang Al-Fatih. Namun, dengan membagikan kisahnya, dan kisah the real heroes lainnya, InsyaAllah kita berada dalam barisan yang akan mencetak Sang Penakluk selanjutnya.