Oleh: Apriani
(Mahasiswi dan Pegiat Literasi Aceh Barat)

Mendengar kata bucin tentu tidak asing lagi di kalangan mahasiswa. Bucin suatu yang digemari oleh mahasiswa di kampus bahkan menjadi tren di kampus. Sebagian mahasiswa berfikir tanpa ada cinta akan ada sesuatu yang kurang dan menjadikan pacaran itu sebagai kebutuhan. Semua ini terjadi karena lemahnya iman dan menyebabkan mahasiswa dan mahasiswa tidak bisa mengontrol perasaanya, sehingga muncul kata bucin atau budak cinta.

Sementara menurut Psikolog dari Klinik Terpadu Fakultas Psikologi Universitas Indonesia (UI) Anna Surti Ariani menjelaskan istilah ‘budak cinta’ yang mengemuka setahun belakangan ini kecenderungannya dialami remaja, tapi mayoritasnya di kalangan kampus-kampus juga bucin ini menjadi tren. Anna juga menjelaskan bahwa budak cinta adalah orang yang sangat menghamba pada seseorang yang di sukai. Betul-betul mencari, kepengen di sayang, dicintai dan lain sebagainya, tutur Anna ketika di hubungi CNNIndonesia.com.

Sebenarnya membutuhkan cinta dan kasih sayang adalah perilaku yang normal. Tentunya setiap orang ingin di sayang dan dicintai. Namun sebagai manusia yang normal harus memahami, cinta seperti apa yang diperbolehkan dalam Islam. Tetapi mahasiswa di kampus kurang memahami masalah cinta yang diperbolehkan dalam Islam. Sehingga menyebabkan mahasiswa malah berbuat sesukanya. Seperti, pacaran di kampus tanpa ada rasa malu. Rasa malu akan perbuatan yang salah seakan-akan hilang dan menutup mata akan kebenaran. Bahkan sebagian mahasiswa beranggapan bahwa pacaran itu adalah salah satu cara untuk mendekatkan diri dengan jodoh. Padahal Allah telah mengatur segalanya masalah jodoh akan datang di waktu yang tepat dan dengan cara yang di Ridhoi Allah.

Melihat orang pacaran di kampus tentu tidak asing lagi. Melihat mahasiswa dan mahasiswi bonceng sana, bonceng sini, orang berduaan dimana-mana, tentu hal ini sangat sering di jumpai di kompleks kampus. Sebagian mahasiswa menganggap bahwa orang yang tidak pacaran ketinggalan zaman, orang yang kuno, orang yang kurang pergaulan dan orang yang tidak laku. Padahal sebenarnya sebagai mahasiswa kita perlu membedakan mana yang baik dan mana yang tidak baik. Seorang mahasiswa tidak boleh mengikuti kesenangan di dunia, kesenangan yang hanya sesaat. Ingatlah di dunia ini hanya tempat kita berteduh dan manfaatkan waktu teduh kita untuk mencari keridhoan Allah.

Seorang mahasiswa dan mahasiswi tidak boleh terlalu bebas bercampur baur mekipun itu dalam suatu organisasi. Mahasiswa dan mahasiswi tidak boleh berdua-duaan di tempat sepi, tidak boleh terlalu bebas di tempat yang umum. Seorang perempuan harus bisa menjaga diri, tidak boleh menampakkan auratnya. Karena dalam Islam sangat melarang perempuan membuka auratnya di depan laki-laki yang bukan mahrom. Oleh karena itu, Allah SWT menegaskan seorang perempuan harus menutupi auratnya dengan pakaian yang bisa menutup aurat. Allah SWT juga menegaskan sebaik-baik pakaian adalah taqwa. Takwa akan melindungi pemakainya dari azab neraka. Sedangkan salah satu bentuk pelaksanaan taqwa kapada-Nya bagi seorang Muslimah adalah menutup auratnya dengan jilbabnya.

يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ قُل لِّأَزْوَٰجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَآءِ ٱلْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَٰبِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰٓ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ ٱللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا

artinya : Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: “Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka”. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.

Seorang laki-laki juga harus menjaga pandangannya terhadap perempuan yang bukan mahrom. Hal ini supaya tidak terjatuh pada hal-hal yang mencacati iman.

قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْۚذَٰلِكَ أَزْكَىٰ لَهُمْۗإِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ

Katakanlah (wahai Muhammad) kepada orang-orang lelaki yang beriman supaya mereka menyekat pandangan mereka (daripada memandang yang haram), dan memelihara kehormatan mereka. Yang demikian itu lebih suci bagi mereka; sesungguhnya Allah Amat Mendalam PengetahuanNya tentang apa yang mereka kerjakan. (Q.S. An-Nur/24:30).

Penyebab Terjadianya Bucin, Karena Diterapkannya Ala Sekularisme di Kampus

Penyebab terjadinya bucin di kampus ialah karena di tanamkan pendidikan sekuler. Pendidikan sekuler ini berisi pendidikan yang memisahkan kehidupan dari agama. Pendidikan sekularisme ini lah yang telah menguasai dunia pendidikan sekarang ini. Sehingga apabila mahasiswa melakukan bucin-bucinan di kampus seolah-olah ini menjadi kebiasaan. Manusia berbuat seenaknya tanpa mengambil hukum Allah. Seperti, mahasiswa dan mahasiswi berdua di tempat yang ramai, duduk di kantin makan bersama. Lalu di bumbui dengan candaan, pegang-pegangan dan manja-manjaan. Sementara dalam Islam mengharamkan seorang laki-laki dan perempuan yang bukan mahram berduan dalam satu tempat apalagi melakukan perbuatan yang sangat di larang dalam Islam. Karena hal seperti ini dapat mengundang zina. Padahal Allah SWT sudah sangat jelas melarang manusia mendekati zina. Sebagaimana Allah berfirman:

وَلَا تَقْرَبُوا۟ ٱلزِّنَىٰٓ ۖ إِنَّهُۥ كَانَ فَٰحِشَةً وَسَآءَ سَبِيلًا
“Dan janganlah kalian mendekati zina; Sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. dan suatu jalan yang buruk.” (Q.S. Al-Israa’/17:32).

Dari surat Al-Israa’ ini, perlu kita ketahui bahwa Allah sangat melarang manusia mendekati zina apalagi melakukannya.

Kenapa Harus Islam Kaffah?

Karena Islam kaffah agama yang sempurna. Agama yang mempunyai seperangkat aturan yang akan menyelamatkan mahasiswa dan mahasisiwi di kampus dari pergaulan bebas. Dalam Islam pergaulan antara perempuan dan laki-laki di kampus diatur sedemikian rupa. Supaya tidak menghantarkan para perempuan dan laki-laki pada perbuatan zina. Adapun aturan dalam Islam tentang pergaulan bebas sebagai berikut:

  1. Tidak berkhalwat
    Islam sangat menjaga sekali interaksi antara pria dan wanita yang bukan mahrom. Islam melarang perempuan dan laki-laki berdua-duaan (Berkhalwat) di suatu tempat. Karena hal demikian dapat menimbulkan fitnah.
  2. Larangan bertabbaruj
    Sudah menjadi kebiasaan bagi perempuan zaman sekarang ini, kalau pergi ke kampus dengan make up yang tebal. Padahal dalam Islam seorang perempuan ketika keluar rumah dilarang untuk berdandan kerena hal inilah salah satu yang bisa menjadi sebab ketertarikan lawan jenis.
  3. Menundukkan pandangan
    Ketika berada di kampus atau di tempat lain perempuan dan laki-laki wajib menundukkan pandangan supaya tidak mengantarkan pada perbuatan Zina.
  4. Kewajiban menutup aurat
    Dalam Islam seorang perempuan di wajibkan menutup aurat ketika keluar rumah dengan memakai kerudung dan jilbab keseluruh tubuhnya, yang demikian itu supaya mereka tidak mudah di ganggu.
  5. Larangan mendekati zina
    Islam melarang melakukan perbuatan yang mendekati zina. Seperti bucin-bucinan karena perbuatan semacam ini bisa menghantarkan ke perbuatan zina.

Inilah beberapa aturan yang sudah di tetapkan dalam Islam tentang pergaulan bebas. Islam sangat mengatur masalah pergaulan dalam Islam tujuannya yaitu untuk menjaga ke imanan dan kesucian antara perempuan dan laki-laki. Islam sebagai agama yang sempurna yang memiliki nash-nash syar’i yang dapat menyelesaikan semua permasalah umat termasuk permasalahan pergaulan bebas di kampus yang banyak muncul sekarang ini. Sudah sepatutnya Islam secara kaffah (total) di tegakkan kembali dalam Daulah Khilafah karena dalam daulah khilafah lah mampu menyelesaikan segala permasalahan.

Wallahu a’lam bishshawab.