Oleh: Yuyun Rumiwati

Allah anugerahkan nikmat istemewa di negeri ini. Sumber daya alam melimpah. Dan mayoritas penduduk beragama tauhid. Dan kita masih yakin dari mayoritas muslim mampu menghafal surat al-fatihan sebagai umul kitab.

Dianatara isi Alfatihah adalah ihdinashitothol mustaqiim. Memohon pada Allah “tunjukkanlah jalan yang lurus”. MasyAllah permohonan yang luar biasa. Pertanyaan nya mampukan mengkaitkan lafal doa tadi dengan mafhum (pemahaman) yang akan mengharapkan pikiran dan langkah sang pelafal?

Seharusnya dia tersebut berefek pada ketundukkan yang tulus dan penuh terhadap jalan petunjuk Allah yaitu Islam. Karena petunjuk Islamlah satu-satunya petunjuk jalan lurus yang menyelamatkan dunia akhirat.

Jika telah terang mafhum jalan lurus tersebut tidak mustahil umat ini akan mudah menerima aturan Allah dalam lini kehidupan. Namun, demikian tak bisa dipungkiri ada beberapa tantangan yang butuh untuk dihadapi dan dicari diludi agar fitrah umat untuk mengambil jalan yang lurus itu segera terwujud. Diantara tantangannya :

/Faktor Internal/

Internal umat Islam yang amat jauh dari pemahaman Islam menjadi tantangan tersendiri untuk kebangkitan yang lurus. Pemahaman Islam yang masih ritual membuat sulit untuk diajak bangkit secara Kaffah.

Hal ini bermula dari tidak dipahaminya kewajiban menuntut Islam. Sehingga tidak ada rasa berdosa melainkan kewajiban utama.

Belum lagi ilmu Islam yang diberikan sebatas ibadah mahdhah pun berefek pada mencukupkan umat pada pemahaman dan fiqih ibadah dan akhlak. Sedang untuk sosial kemasyarakatan saat jarang diajarkan.

/Faktor eksternal/

Allah memperingatkan dalam firman-Nya Qs. Al-Baqarah: 120

وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ ٱلْيَهُودُ وَلَا ٱلنَّصَٰرَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ ۗ قُلْ إِنَّ هُدَى ٱللَّهِ هُوَ ٱلْهُدَىٰ ۗ وَلَئِنِ ٱتَّبَعْتَ أَهْوَآءَهُم بَعْدَ ٱلَّذِى جَآءَكَ مِنَ ٱلْعِلْمِ ۙ مَا لَكَ مِنَ ٱللَّهِ مِن وَلِىٍّ وَلَا نَصِيرٍ

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: “Sesungguhnya petunjuk Allah itulah petunjuk (yang benar)”. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu.

Berdasarkan ayat di atas memang kalangan musuh Islam tidak tinggal di atas untuk merusak dan menjauhkan umat Islam dari ajaran agamanya. Munculnya ide sekulerisme telah berhasil memisahkan pemikiran umat untuk menjadikan Islam hanya pada aspek ritual. Dan menerima dengan terbuka ide sekuler Kapitalisme barat dalam pengaturan bermasalah ekonomi, politik, pendidikan dan lainnya.

Kedua tantangan tersebut tentu butuh upaya serius untuk mengobatinya. Dengan jalan mengembalikan pemahaman umat kepada Islam dengan pemahaman yang utuh. Yaitu Islam sebagai Din (agama dan sistem kehidupan).

Dan konsekuensi dari akidah adalah tunduk dengan utuh atas tiap aturan Islam dalam lini kehidupan.

Tentu penanaman ini tidak cukup bagi masyarakat dan umat yang telah teracuni ide sekulerisme. Butuh upaya luar biasa mencabut ide asing tersebut dari umat dengan menjelaskan kebathilannya. Sehingga umat hanya mengambil pemikiran dan hukum yang bersumber dari aqudahnya. Dengan sadar segera mencampakkan aturan barat yang cukup lama menyengsarakan kehidupannya. Karena ide ini bukan hanya membawa kesengsaraan di dunia, namun juga di akhirat.

Inilah jalan lurus negeri tercinta anugerah sang pencipta. Semoga semuanya Allah mudahkan tercerahkan sebagaimana doa yang senantiasa terlsntun dalam shalat-shalatnya. Ihdinashirothol mustaqiim. Aamiin.