Oleh: Sri Ratna Puri

Kebebasan memilih peran, tanpa ada paksaan. Semua masalah, dinegosiasikan. Tak ada pemimpin, tak ada yang dipimpin. Kesetaraan, mencipta hasil optimal. Inilah mantra ajaib, yang dihembuskan oleh para pengusung kesetaraan. Kaum feminis yang tumbuh berkembang di sistem yang saat ini berjalan, yakni kapitalis sekuleris liberalis.

Sekilas, mantra ini baik. Namun, bila dilaksanakan, sungguh membahayakan. Suami, bisa memilih peran sebagai ibu. Istri, bisa berperan sebagai Ayah. Dikemanakan kodrat manusia dari Sang Pencipta? Lalu, adakah contoh keluarga muslim yang sudah berhasil? Dapat dipastikan, mustahil. Walaupun menurut penilaian manusia berkembang ke arah peningkatan, namun yakinlah, sebenarnya itu hanya fatamorgana.

Dari itu, hati-hatilah. Mantra ini jebakan. Mantra yang menginginkan keluarga islam jadi liberal. Bebas menentukan perbuatan, tanpa peduli halal-haram. Keluarga muslim, wajib bentengi keluarga dengan patokan agama. Ajak masyarakat, sama-sama taat syariat. Dan tentu kehadiran negara, sangat diperlukan untuk melindungi aqidah rakyatnya. Jangankan berkembang, negara justru tak akan memberikan ruang. Wallahu’alam.