By: Debu Semesta

Kasus Rangga yang terbunuh (syahid) karena melawan pemerkosa ibunya, membuat banyak orang geram termasuk Wakil Bupati Pidie yang menyerukan untuk menghukum berat pelaku.

Pertanyaannya, Seberat apa hukuman yang dijatuhkan untuk pelaku yang ternyata juga berstatus mantan narapidana asimilasi itu?
Hukuman mati?
Bukankah hukuman mati digugat oleh para pengasong HAM karena dianggap melanggar HAM?

Hukum buatan manusia (penjara) tidak akan membuat jera seorang residivis seperti pelaku.
Buktinya, meski status mantan napi asimilasi tidak membuat pelaku jera. Dia tetap melakukan kejahatan selepas keluar penjara.

Hanya hukum Islam yang manpu memberi efek jera dan adil.
Nyawa dibalas nyawa.
Zina bagi pelaku yang sudah menikah, dihukum tegas dgn dirajam tanpa belas kasihan.

Bukan karena Islam bar bar seperti tuduhan para pengasong HAM. Tapi justru hanya Islam yang memberi keadilan setimpal bagi pelaku kejahatan. Sekaligus juga adil bagi korban.

Membunuh dan memperkosa di sistem hukum saat ini, hanya dijatuhi hukuman maksimal seumur hidup, makan ditanggung negara yang diambil dari APBN (uang rakyat), belum lagi jika mendapat grasi, si pelaku bisa bebas, apakah itu yang dinamakan sebuah keadilan???

Jika hukum seperti ini tetap dipertahankan, maka jangan heran jika semakin hari, akan ada banyak rangga dan ibu rangga yang lain yang akan menjadi korban manusia manusia sampah seperti pelaku.