Oleh: Maman El Hakiem

Ada orang yang mencari ketenangan hati itu, dengan pergi ke tengah ladang. Melihat hamparan sawah yang luas. Menikmati semilir angin di siang hari, mendengarkan kicau burung di alam bebas. Melihat aktifitas petani yang sepertinya tidak merisaukan penampilannya yang berlumpur.

Menikmati makanan seadaanya, selera yang membuat makanan apapun serasa enak, terlebih setelah kerja peras keringat. Ketenangan bukan karena fasilitas, tetapi bersahabat dengan kehidupan yang berlatar alam.Ketenangan hati juga ada yang dicari melalui desir ombak pantai, kayuhan perahu nelayan dalam mengarungi birunya lautan. Mereka seperti tidak takut terhempas gelombang, semakin jauh dari pantai menyimpan harapan pulang membawa banyak ikan. Kerasnya kehidupan tidak terasa ketika hidup mencoba untuk dilayari, bukan sekedar berdiam di dermaga.

Ada petani dan nelayan. Ladang dan lautan. Dua sisi kehidupan yang berbeda karakter manusia dalam menghadapi persoalan. Ladang adalah kesabaran jiwa saat menikmati proses dalam meraih kesuksesan di masa depan. Betapa besar petani menaruh harapan menjumpai hasil panennya dengan hasil yang baik. Maka, semenjak menandur benih padi, kehidupan baru dimulai untuk telaten merawat tanaman, menjaganya agar tidak hampa bulir padinya kelak. Kebahagiaan petani adalah raihan dari proses kesabaran.

Pada jiwa nelayan ada keberanian dalam menghadapi tantangan. Tidak surut karena kesulitan hanya ada pada pikiran manusia, bukan pada kehidupan sesungguhnya. Kejamnya ombak lautan hanya dalam bayangan manusia yang tidak mau berjuang, sekedar berdiam diri di tepian. Mereka yang akan menundukan tantangan jaman, hanyalah para pejuang yang berani hidup di tengah segala persoalan umat yang merindukan perubahan. Para pengemban dakwah sejati berani melawan arus kekuasaan yang membahayakan. Ketenangan hati bagi mereka hanya bisa diraih ketika hidup tidak hanya menatap gelombang sebagai hambatan.

Mereka yang memegang kunci ketenangan hati, adalah yang mampu membuka rahasia dibalik penciptaan dirinya sebagai manusia, hidup dan alam semesta. Ketenangan sejati bukan sekedar diraihnya manfaat dari sebuah materi, tetapi karena ada keridloan Allah SWT di dalamnya. Siapa saja yang mampu memahami hakikat penciptaan, maka ia akan semakin dekat dengan yang menciptakannya. Karena itu segala persoalan kehidupan yang membuat kegelisahan, pasti disebabkan karena hati jauh dari mengingat Allah SWT. Ingat kepada Allah bermakna memahami segala aturan-Nya untuk diterapkan di dalam kehidupan. “…Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati akan menjadi tenteram.” (QS Ar-Ra’du : 28).

Wallahu’alam bish Shawwab.***