Oleh: Irma Ulpah

Baru-baru ini beredar viral video 2 orang laki-laki jogging bersama seekor anjing yang dikawal mobil patroli polisi dan mobil mewah. Mereka jogging pada Jumat (6/10) sekitar pulul 08.50 WITA dikawasan jalan By Pass Ngurah Ray, Suwung, Denpasar Selatan, kota Denpasar.

Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Syamsi menyampaikan, bahwa terkait viralnya video itu, pihak Propam Polda Bali sudah memanggil anggota yang melakukan pengawalan itu.

“Mulai siang tadi dilakukan pemeriksaan terhadap personil yang dilakukan pengawalan,” kata Syamsi, saat dihubungi Jumat (16/10).Syamsi menerangkan, bahwa anggota itu sudah diinterogasi dan pemeriksaan di Mapolda Bali. Kemudian, untuk berapa anggota yang diperiksa pihaknya belum mengetahui.

Melihat video tersebut, sungguh menyesakkan dada. Betapa fasilitas keamanan bisa dengan mudah diperjualbelikan meskipun melanggar peraturan. Keamanan hanya dirasakan oleh mereka yang mampu membelinya, bahkan untuk kegiatan yang tidak memerlukan pengawalan.

Femomema pilih kasih fasilitas keamanan bukan hal yang aneh lagi saat ini. Ketika kita masih hidup dalam sistem kufur, otomatis persoalan semacam ini akan terus berulang.

Akan tetapi lihatlah peristiwa memilukan yang dialami seorang Ibu dan anak yang menjadi korban perkosaan dan pembunuhan. Viralnya pembunuhan bocah bernama Rangga (7) ang mempertaruhkan nyawa demi menjaga kehormatan Ibunya. Rasa aman bagi Rangga dan Ibunya hanyalah ilusi, nyawa harus dipertaruhkan jika tetap ingin hidup dalam kondisi kemiskinan. Teriakan minta tolongnya sirna ditelan malam yang mencekam. Seiring sirnanya keamanan bagi rakyat kecil dalam pekatnya sistem kapitalisme. Lantas, siapakah yang mampu melindungi keamanan mereka dan rakyat kecil lainnya di negeri ini?

Dan bagaimanakah Islam mengatur masalah ini?

Islam dengan institusi negara Daulah khilafahnya, memberikan jaminan keamanan bagi seluruh warga negaranya, muslim maupun non muslim. Seperti yang Rasulullah SAW contohkan ketika beliau memberikan jaminan aman (jiwa dan hartanya yang halal) kepada orang-orang kafir (non muslim) saat membebaskan Makkah, beliau bersabda:

و من اغلق بابه فهو امن

“Barang siapa yang menutup pintunya maka dia aman.” (HR Muslim)

Rasulullah juga memberikan perlindungan kepada utusan-utusan orang musyrik dan melarang berkhianat kepada orang yang telah mendapatkan jaminan keamanan. Dari Abu Sa’id, Ia berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda:

“Bagi setiap pengkhianat ada bendera di hari kiamat, ia akan diangkat sesuai kadar pengkhianatannya. ketahuilah tida ada penghianat yang lebih besar pengkhianatannya dari pemimpim masyarakat umum”. (HR Muslim)

Rasa keamanan yang maksimal pun diberikan khalifah kepada warga negaranya sendiri yang muslim. Pada masa khilafah Bani Abbasiyah, sekitar 1216 tahun yang lalu. khalifah al-Mu’tasim, telah mencatat tinta emas sejarah Islam. kisahnya dibadadikan dalam kitab al-Kamil fi al-Tarikh karya Ibn Al-Athir.

Daulah Islam berbeda dengan bentuk negara apapun di dunia. Negara ini ada untuk mengurus urusan agama dan dunia. Kemaslahatan agama dan dunia terwujud di dalam naungan Daulah Islam yang berpedoman pada AlQuran Hadist dan menerapkan syariahnya. Dengan syariah pula, seluruh kemaslahatan rakyat, baik Muslim maupun non-Muslim, terwujud dengan sempurna. Daulah Islam bisa mewujudkan jaminan keamanan bagi seluruh rakyatnya. Karena iulah, Daulah Khilafah Islamiyah bertanggungjawab penuh untuk mengurus dan menyelesaikan segala urusan umatnya di muka bumi. Wallahu a’lam bishawab.