Oleh : Marina Noorbayanti

Gempar, Fenomena Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender (LGBT) di tubuh TNI-Polri terungkap. Seperti yang diberitakan detiknews, Jum’at 16/10/2020 Ketua Muda Mahkamah Agung (MA) bidang Militer Mayjen (Purn) Burhan Dahlan menyebut banyak anggota TNI yang mengalami penyimpangan orientasi seksual. Hal itu diungkapkan Burhan saat diajak pimpinan Mabes TNI Angkatan Darat (AD) berdiskusi mengenai isu LGBT.

Sepanjang 2020 belasan anggota TNI sudah dipecat karena terbukti LGBT. Bahkan ada yang aktif menjadi anggota komunitas LGBT. Usai menerima informasi adanya kelompok LGBT di tubuh TNI-Polri, Kabidpenum Puspen TNI, Kolonel Sus Aidil menyampaikan, Panglima TNI telah menerbitkan Surat Telegram Nomor ST/398/2009 per 22 Juli 2009 dan ditekankan kembali dengan Surat Telegram Nomor ST/1648/2019 per 22 Oktober 2019. (detiknews, Jum’at 16/10/2020). Pengadilan militer menyatakan perilaku LGBT mengancam korps TNI yang berarti mengancam pertahanan negara.

Melalui surat telegram tersebut, ditegaskan bahwa orientasi seksual LGBTmerupakan salah satu perbuatan yang tidak patut dilakukan seorang prajurit, bertentangan dengan disiplin militer, dan merupakan pelanggaran berat yang tidak boleh terjadi di lingkungan TNI. (banten.suara.com, Jum’at 16/10/2020)

Penyebab LGBT TNI-Polri

Menurut Burhan, maraknya kasus LGBT dikalangan TNI-Polri karena tugas lapangan. Burhan bercerita, alasan sang anggota TNI tersebut masuk ke dalam kelompok LGBT. Alasannya, karena yang bersangkutan merasa mendapatkan tekanan luar biasa, tatkala melakukan operasi militer Timtim, singkatan dari Timor Timur yang kini sudah terpisah dari Indonesia. (CNBC Indonesia, 15/10/2020)

Masih menurut Burhan, penyebabnya LGBT dikalangan TNI-Polri sudah berkembang. Bukan lagi karena tugas-tugasnya di lapangan, tapi karena pengaruh pergaulan.
Burhan menambahkan penyimpangan seksual di kalangan prajurit juga diakibatkan menonton video. Tontonan ini telah membentuk perilaku menyimpang. Akibatnya muncul keinginan melampiaskan libidonya sesama jenis.

Fenomena LGBT di negeri ini sudah sangat parah. Data penyimpangan seksual di kalangan aparatur negara bisa jadi fenomena gunung es. Belum lagi data yang terungkap di masyarakat. Sering terjadi penggrebekan pesta gay yang dilakukan oleh aparat tetapi pelakunya dilepas lagi.

Lemahnya penanganan negara menjadi salah satu penyebab semakin suburnya LGBT. Jaringan kelompok LGBT terus menyebar di seluruh lapisan masyarakat. Bahkan perilaku LGBT sudah di anggap biasa di negeri ini. Kebebasan berekspresi termasuk kebebasan menentukan orientasi seksual menjadi salah satu gaya hidup yang diadopsi masyarakat.

Bisakah LGBT Dicegah ?

LGBT berasal dari paham kebebasan berekspresi. Paham ini lahir dari ideologi kapitalisme. Kapitalisme memiliki asas sekularisme yaitu memisahkan agama dari kehidupan. Agama hanya dipakai sebagai pengatur masalah ibadah ritual saja. Agama tidak dipakai untuk mengatur interaksi ditengah-tengah masyarakat. Agama juga tidak dipakai sebagai landasan dalam membuat Undang-undang. Walhasil interaksi antara masyarakat dan negara diatur berdasarkan kesepakatan bersama tanpa memperhatikan norma-norma agama.

Jelas, LGBT mengancam eksistensi negeri ini. Selama kapitalisme masih eksis di negeri ini maka LGBT pun akan tumbuh subur. Sudah terlalu banyak masalah yang dilahirkan oleh ideologi kapitalisme. Saatnya negeri ini bangkit dari keterpurukan diseluruh aspek kehidupan. Kembalikan pengaturan negara dan masyarakat pada ideologi yang shahih yaitu ideologi islam.

Kesempurnaan ideologi islam tampak pada sistem aturannya. Tidak sekedar mengatur masalah ibadah ritual tapi juga mengatur masalah politik, ekonomi, pergaulan, pendidikan, pergaulan termasuk penyimpangan seksuaI. Islam merupakan agama yang dibangun dari aqidah yang kokoh. Aqidah islam menjadikan Allah sebagai pencipta dan pengatur kehidupan manusia.

Islam menjadikan setiap individunya menjalani kehidupan atas landasan iman. Islam memberikan penyadaran kepada setiap individu untuk menjalani kehidupan dengan motivasi ibadah yang akan dipertanggung jawabkan kepada Tuhannya di akhirat kelak. Islam menjaga motivasi hidup individu dengan menurunkan seperangkat aturan kehidupan.

Dalam masalah LGBT, Islam mewajibkan negara untuk menutup segala celah yang bisa mendorong individu melakukan penyimpangan seksual seperti menutup akses pornografi dan pornoaksi baik berupa gambar, video, maupun hiburan. Negara wajib memberikan sanksi yang tegas kepada para pelaku LGBT.
Rasulullah Saw bersabda “Barang siapa yang mengetahui ada yang melakukan perbuatan liwath (sebagaimana yang dilakukan kaum Luth), maka bunuhlah ke dua pasangan liwath tersebut”(HR Al Khamsah kecual Nasa’i).
Sanksi yang tegas akan memberikan efek jera bagi para pelakunya sehingga masalah LGBT bisa cepat terselesaikan.