Oleh: Messy Ikhsan
(Founder Diksi Hati dan Aktivis Mahasiswa)

Sobat, miris ngga sih? Lihat fenomena anak zaman now. Yang latah pada budaya alay dan bucin. Membebek pada life style Barat. Tanpa memfilter budaya asing yang masuk. Sampai-sampai kebablasan tak berujung.

Belum lagi, pernyataan dari Pak Ma’ruf Amin yang menuai kontroversi. Agar pemuda negeri ini menjadikan K-POP sebagai inspirasi. Sungguh terlalu!

Padahal kebanyakan artis KPOP dan Barat itu atheis, tak percaya pada Tuhan. Sibuk maksiat dan mengejar fatamorgana dunia. Terus, apa mereka punya jaminan masuk surga? Lulus dari sertifikasi Allah Taala?

Lah, mereka saja terlunta-lunta akhir hidupnya? Bagaimana mungkin bisa mengajak kita pada istana surga?

Padahal, jauh-jauh hari Rasulullah sudah mengabarkan pada kita dalam hadis.

Rasulullah bersabda :

أَنْتَ مَعَ مَنْ أَحْبَبْتَ

“Engkau bersama dengan orang yang engkau cintai.”

Ibnu Hajar rahimahullah mengatakan dalam kitab al-Fath, “Maksudnya, dia akan dikumpulkan bersama mereka (orang dia dicintai) itu, sehingga dia menjadi bagian dari kelompok orang-orang yang dicintai itu.

Gimana artis KPOP dan Barat mau masuk surga? Sementara mereka ngga kenal siapa pencipta surga? Lebih baik manut pada manusia istimewa. Yang sudah mendekap stempel surga dari Sang Pemilik surga. Yaitu Baginda Rasulullah SAW.

Allah berfirman :

لَقَدۡ كَانَ لَكُمۡ فِىۡ رَسُوۡلِ اللّٰهِ اُسۡوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَنۡ كَانَ يَرۡجُوا اللّٰهَ وَالۡيَوۡمَ الۡاٰخِرَ وَذَكَرَ اللّٰهَ كَثِيۡرًا

“Sungguh, telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah.” (QS Al-Ahzab : 21)

Spesial untuk sobat milenial muslim. Wajib mengambil Rasulullah sebagai role model dalam kehidupan. Sifat Rasulullah sebagai manusia wajib kita teladani. Dari tindakan, pekataan, bahkan diam Baginda menjadi hujah bagi kita.

Ketampanan Rasullulah mengalahkan Lee Min Hoo, Kecerdasannya mengalahkan Hatt Damon. Kebaikan sikapnya mengalahkan siapa pun yang ada di semesta. Manusia sempurna di atas segala manusia. Hingga mendekap gelar Al-Amin.

Siapa coba sosok yang dikagumi oleh lawan dan kawan? Kalau bukan Baginda Rasulullah Saw. Bahkan menurut John L Esposito dalam Ensiklopedi Oxford, Nabi Muhammad SAW adalah seorang Nabi dan Rasul Allah yang telah membangkitkan salah satu peradaban besar di dunia. Tak heran jika Michael H Hart dalam bukunya The 100 menetapkan Nabi Muhammad SAW sebagai tokoh paling berpengaruh sepanjang sejarah manusia.

Rasulullah satu-satunya orang yang berhasil meraih kesuksesan luar biasa, baik dalam hal agama maupun duniawi. Tak hanya dikenal sebagai pemimpin umat Islam, tapi beliau juga dikenal sebagai seorang negarawan teragung, hakim teradil, pedagang terjujur, pemimpin militer terhebat, dan pejuang kemanusiaan tergigih.
Rasulullah SAW terbukti telah mampu memimpin sebuah bangsa yang awalnya terbelakang dan terpecah belah, menjadi bangsa yang maju, yang bahkan sanggup menggalahkan bangsa-bangsa lain di dunia pada masa itu.

Afzalur Rahman dalam Ensiklopedia Muhammad Sebagai Negarawan mengungkapkan, dalam tempo kurang lebih satu dekade, Nabi Muhammad SAW berhasil meraih berbagai prestasi yang tak mampu disamai pemimpin negara manapun.

So, wajib bagi sobat milenial menjadikan Rasullullah sebagai the real of idola. Dengan menerapakan sunah Nabi secara kaffah dalam kehidupan. Menjadi petunjuk dan pendoman manusia.

Aneh rasanya, mengaku mengidolakan Rasulullah. Namun, menerapkan aturan Maxisme atau Aristoteles. Seperti democrazy, liberalisme, kapitalisme, komunisme, dan isme yang lain. Kan ngga nyambung?

Kalau aku sih, pilih idola yang jelas bibit, bobot, dan bebetnya. Dan ada jaminan surga yang pasti. Seperti Rasulullah SAW. Ogah pilih idola yang ngga jelas asal usulnya.

Catat ya! Rasulullah itu idola bagi seluruh alam tanpa pandang bulu kasta. Bukan hanya sobat muslim saja. Iya, seluruh alam.

Ayo, bangga jadi folower Rasulullah. Yang kerennya ngga ada tandingan. Hanya milenial keren yang paham Rasulullah itu keren.

Rasulullah the real of idola bagi para milenial.

Allah berfirman :

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. (QS Ali-Imran : 31)

Tapan, 24 Oktober 2020