Oleh: Arum (Anggota Komunitas Setajam Pena)

Masih dalam kondisi pandemi, negara sudah mengabaikan virus yang mematikan ini. Justru negara mencari peluang ekonomi dari pandemi. Negara menyolidkan kerjasama hubungan erat Indonesia-China di berbagai bidang. Makin membesarkan potensi intervensi hingga penjajahan oleh asing.

Menteri Luar Negeri China, Wang Yi bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Luhut Binsar Pandjaitan di Provinsi Yunnan, China barat daya pada Jumat (9/10/2020).

Dilansir Xinhua News, Sabtu (10/10/2020) yang dikutip Kompas.com, Menko Luhut merupakan utusan khusus Presiden Indonesia Joko Widodo sekaligus berperan sebagai Koordinator Kerja Sama Indonesia dengan China.

Dengan menyebut bahwa tahun ini menandai peringatan 70 tahun terbentuknya hubungan diplomatik China-Indonesia, Wang berharap kedua negara dapat memperkuat kerja sama di berbagai bidang seperti vaksin, e-commerce, intelegensi artifisial (kecerdasan buatan) serta pertukaran budaya dan masyarakat.

Sudah pasti kalau pemerintah lebih memilih vaksin yang di produksi China. Pemerintah memiliki 3 alasan untuk itu yaitu:
Pertama : perkembangan yang cepat. Menurut Honesti, perkembangan vaksin Sinovac lebih cepat dibanding kandidat vaksin yang dikembangkan di negara-negara di dunia.

Honesti menjelaskan semua vaksin Covid-19 yang sedang dikembangkan akan melalui tahapan uji praklinis, uji klinis fase 1, fase 2, dan fase 3 sebelum mendapatkan ijin edar dari regulator masing-masing negara.

Kedua, peluang kembali normal. Honesti menjelaskan masyarakat Indonesia membutuhkan vaksin agar kehidupan kembali normal.

Pandemi Covid-19 sudah memberikan dampak di segala sektor. Di sisi lain masyarakat yang keluar rumah untuk mencari nafkah terancam akan penyebaran virus corona.

Ketiga, bekeja sama dengan negara lain. Selain Indonesia perusaaan Sinovac sudah bekerja sama dengan negara lain untuk pengembangan tahap ke tiga vaksin ini.

Semua alasan yang diungkapkan merupakan investasi dan kerjasama yang berkedok untuk intervensi dan menjerat bangsa demi kepentingan asing. Tentunya dengan berbagai syarat yang harus dilakukan pemerintah untuk mendapatknan vaksin tersebut.

Hal itu terjadi karena sistem yang dianut pemerintah adalah kapitalisme. Yang berduit yang memiliki kekuasaan mengatur kehidupan ini. Tanpa mengindahkan urusan rakyat di bawah. Hal ini sangat jauh berbeda dari sistem Islam.

Islam akan senantiasa meriayah rakyat sesuai dengan perintah Allah. Islam juga mengatur bahwa kerjasama asing dan khilafah merupakan suatu keharaman. Serta menempatkan negara kafir harbi sebagai musuh dalam negara khilafah. Sehingga haram bekerjasama dengan mereka apalagi meminta bantuannya.
Wallahua’lam bishowab.