Oleh : Hetti Rachmiyati

Baru-baru ini tersiar kabar bahwa kaum pelangi yaitu mereka komunitas eLGeBeTe sudah merambah ke jajaran TNI/POLRI. Ini berita horor yang sangat mengerikan. Bagaimana tidak kaum penyuka sejenis itu semakin masif dan ekspansif melebarkan sayapnya. Untuk menembus berbagai lini bidang profesi di negeri ini. Na’udzubillahimindzalik!!

Arus liberalisasi dari paham liberalisme menjadi tameng. Dimana komunitas ini semakin ingin mendapat legalisasi di negeri ini. Jangan ditanya untuk di negeri-negeri yang melegalkannya mereka sudah diterima masyarakatnya. Ini yang mereka upayakan di negeri kita juga.

Liberalisme adalah paham kebebasan. Dimana orang bebas untuk beraktivitas tanpa ada yang melarang. Tanpa ada aturan. Termasuk aturan agama. Mereka mengesampingkan agama dalam kehidupan.

Liberalisme masih kerabatnya sekularisme. Yaitu paham yang meniadakan agama dalam kehidupan. Agama hanya ada di tempat ibadah, di momen perayaan keagamaan, di momen pernikahan, di momen kematian. Selebihnya diluar itu tidak ada sentuhan aturan agama dalam kehidupannya.

Pantas saja mereka bebas, sebebas-bebasnya. Mau berbuat apa saja prinsipnya tidak merugikan orang lain, katanya. Bebas berinteraksi dan bergaul. Pria dan wanita bebas bergaul tanpa ada ikatan pernikahan. Bahkan sampai pada pergaulan penyuka sejenis.

Mereka tidak sungkan-sungkan memperlihatkannya di ranah publik. Tidak peduli orang jijik melihatnya. Astaghfirullahladzim !!

Untuk memperkokoh komunitasnya mereka bernaung dibawah bendera dengan lambang pelangi. ‘Berkampanye’ ke seluruh negeri. Bertujuan untuk merusak generasi. Tidak terkecuali negeri kita tercinta luput dari penyebaran racunnya. Siap mencaplok mangsanya dimanapun berada.

Dalam Al Quran kaum seperti ini sudah ada sejak dulu yaitu kaum nabi Luth ‘Alaihi Salam.

“Dan (ingatlah) ketika Luth berkata kepada kaumnya, ‘Kamu benar-benar melakukan perbuatan yang sangat keji (hmseksual) yang belum pernah dilakukan oleh seorang pun dari umat-umat sebelum kamu’.” (QS al-‘Ankabut [29]: 28).

Kaum seperti ini adalah kaum yang menyimpang. Harus diluruskan. Selain dengan pendalaman keagamaan juga orang yang sudah terkena racun ini harus dijauhkan dari komunitasnya. Dan bahkan komunitasnyapun harus diberantas.

Dalam islam ada tiga komponen yang bisa menjadikan kaum ini lenyap dari muka bumi ini. Yaitu pertama keimanan dan ketakwaan individu, kedua kontrol masyarakat dan ketiga peran negara.

Dimana negara yang bisa merealisasikannya ini hanyalah yang menerapkan islam kaffah. Karena aturan islam sesuai dengan fitrah manusia. Aturan islam kaffah hanya bisa di terapkan di dalam negara dalam bingkai khilafah islamiyah.

Wallahua’lam bishshawab