Oleh: Bunda Rinta

Yaa Rasulullah..
Sekian masa antara aku dan engkau
Meski ku tak pernah menatap wajahmu
Namun engkau terasa dekat di hatiku

Wahai manusia paling sempurna di muka bumi
Penunjuk cahaya dan jalan kehidupan ini
Teladan kebaikan sepanjang zaman
Yang tak pernah pamrih memberikan tuntunan

Yaa Rasulullah..
Seandainya hari ini engkau masih bersama kami
Kami yakin engkau pasti akan menangis
Melihat keadaan ummatmu kini
Sebagaimana yang engkau khawatirkan menjelang kepergiaanmu
Kau sebut kami ummatii ummatii

Benarlah apa yang tersabda dalam sunnahmu
Bahwa meski saat ini jumlah kami banyak
Namun seperti buih di lautan
Bak potongan kue yang lezat untuk disantap
Terombang-ambing tanpa arah
Tanpa perisai dan perlindungan

Lihatlah saat saudara-saudara kami dibantai di beberapa negeri
Zionis Israel berani merampas tanah Palestina yang diberkahi
Suriah, Uighur, Kashmir, Yaman, Libya, Irak, Iran dan termasuk negeriku tercinta Indonesia
Dicabik-cabik supaya hancur berkeping-keping

Wahai junjunganku
Risalahmu kini dicampakkan
Syariah dan kepemimpinan Islam berupaya dijauhkan
Bahkan dimonsterisasi supaya kami membencinya
Padahal semua itu telah engkau ajarkan
Dan terbukti mampu menguasai peradaban
Yaa ilahi Rabbi
Aku hanya berharap bahwa suatu saat nanti
Saat Engkau mengambil raga ini
Ijinkan kubertemu dengan Rasulku
Berada di belakang barisan beliau
Bersama keluarga dan sahabat terkasihnya

Yaa habiballah
Kutitipkan salam rindu untukmu
Yaa Rasulullah

Allahumma salli ‘Alaa Sayyidina Muhammad

Sheffield, UK 29 Oktober 2020