Oleh: Hilda Herliana

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sumedang saat ini sudah memasang kamera CCTV Pant Tilt Zoom (PTZ) di sejumlah titik keramaian agar memudahkan pemerintah dalam mendeteksi warga yang kedapatan melanggar protokol kesehatan. Selain untuk memantau keramaian, CCTV ini juga dapat digunakan untuk memantau aksi kriminalitas dan kondisi arus lalu lintas, kata Iwa Kuswaeri selaku kepala Diskominfosanditik Kabupaten Sumedang. (detiknews 13/10/2020) Selain itu, Pemerintah Daerah Kabupaten Sumedang juga telah mengajak organisasi kemasyarakatan (Ormas) dan forum forum kemasyarakatan yang berada di bawah naungan Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Sumedang telah ikut berperan aktif dalam mengkampanyekan tertib protokol kesehatan di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB). (Sumedang, (KP Online) 15/10/2020) Kasus Corona di Indonesia terutama Sumedang kian hari kian meningkat terlihat dari jumlah positif angka kematian yang semakin melonjak. Masyarakat kian hari bukannya kian waspada akan kasus ini tapi malah makin menyepelekan, bahkan banyak yang tak percaya bahwa semua angka kematian itu diakibatkan Covid-19. Masyarakat menganggap bahwa pemerintah memalsukan angka tersebut dengan cara memasukan data kematian orang dengan kasus lain diganti dengan data kematian akibat Covid-19. Pengambilan kebijakan yang plin plan serta tidak tegas mengakibatkan ketidakpercayaan masyarakat kian menguat.

Istilah istilah yang digunakan pemerintah nyatanya tak membuahkan hasil, selain itu masyarakat juga masih minim kesadaran dan abai terhadap kesehatan diri sendiri. Apalagi setelah pemerintah mengesahkan RUU Omnibus Law, masyarakat menganggap Covid-19 hanya opini untuk membuat pemerintah semakin semena mena terhadap masyarakat kaum bawah, mereka menganggap ini momen pemerintah mengambil keuntungan sebanyak banyaknya, akibatnya kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah kian melemah bahkan menghilang, ini juga berdampak pada kasus Covid-19 dimana masyarakat bisa saja abai terhadap aturan pemerintah. Sanksi yang ditetapkan bukannya membuat masyarakat sadar akan bahayanya Covid-19, tapi membuat masyarakat takut akan denda yang diberikan, itu memperlihatkan ketidak becusannya pemerintah dan sistem yang dipakai untuk mengurus masyarakat.

Padahal pemerintah sudah gencar gencarnya mengajak masyarakat untuk mematuhi peraturan demi keselamatan bersama, bahkan pemerintah sampai mengajak ormas ormas yang ada yang ada, tapi dasarnya kepercayaan masyarakat sudah terkikis bahkan habis masyarakan akhirnya abai terhadap seruan pemerintah.
Berbeda dalam sistem Islam yaitu Khilafah, pemerintah sangat menjaga kepercayaan masyarakatnya, karena sistem yang digunakan sesuai dengan apa yang manusia perlukan, akibatnya tak sulit untuk mengatur masyarakat karena hukum yang Allah berikan sejatinya tau apa yang dibutukhan makhluk ciptaanya.
اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ
Aryinya: Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri. Oleh karena itu manusia akan sangat sadar terhadap kesehatan dirinya.
Wallahu A’lam Bi-shawwab.