Oleh: Maman El Hakiem

Emmanuel Macron menjadi orang yang paling dibenci umat Islam saat ini. Ucapannya yang menyakiti hati umat Islam di dunia, dengan mengizinkannya “Karikatur Nabi Muhammad saw.” telah memicu aksi demo besar-besaran “Bela Nabi”. Di Pakistan dan Banglades puluhan ribu umat Islam turun ke jalanan, begitupun juga di tanah air, mereka menyerukan “pemenggalan” terhadap orang nomer satu di Perancis tersebut.

Aksi bela nabi bela syariah di tanah air dilakukan oleh kelompok umat Islam yang peduli dengan syariah. Di Bandung, aksi berlangsung secara damai, Jumat, 30/10 dengan orasi-orasi yang menggugah kesadaran umat. Mereka menyerukan sikap tegas pemerintah untuk mengutuk keras apa yang diputuskan pemerintah Perancis yang secara jelas memprovokasi penghinaan terhadap baginda nabi. “Kalau mereka berani menghina nabi, kenapa kita lemah dan menjadi takut untuk membela baginda nabi?” Ujar salah seorang ulama dalam orasinya.

Apa yang dilakukan Macron sebenarnya buah dari pemikiran sekulerisme. Perancis bukan sekarang saja menghina nabi, majalah satire Charlie Hebdo memang getol membuat karikatur yang memancing amarah umat Islam. Tetapi, pernyataan resmi presidennya yang mengizinkan karikatur tersebut telah menghina seluruh umat Islam di dunia. Perancis sebenarnya berada pada kondisi kekhawatiran yang nyata dengan banyaknya komunitas muslim imigran di negaranya. Mereka seolah menutup mata atas jasa Zinedine Zidane, muslim keturunan Al Jazair yang telah membawa harum Perancis meraih trofi Piala Dunia.

Semboyan “liberte,egalite,fraternite” Perancis sejatinya mewujudkan sekulerisme yang nyata. Agama harus dipisahkan dari kehidupan, kebebasan dalam berekspresi sering dijadikan alasan dalam penghinaan terhadap nabi. Karikatur dianggap karya kreatif, namun lupa akan makna sosok yang dijadikan karikatur tersebut. Bagi seorang muslim, sosok Muhammad Saw. merupakan nilai keimanan yang tidak boleh dihinakan. Beliau bukan sekedar manusia biasa, melainkan utusan Allah SWT yang membawa risalah Islam yang menjadi rahmat untuk seluruh alam.

Karena itu, sikap tegas kaum muslimin bukan sekedar memboikot produk yang nilainya materi, melainkan jauh lebih penting memboikot produk pemikiran sekulerisme yang menjadi titik pangkal penghinaan terhadap nabi dan ajaran Islam. Saatnya umat Islam bersatu menuntut pemerintah untuk segera menerapkan ajaran Islam secara kaffah agar tidak ada lagi yang coba-coba menghina nabi, karena keimanan bagi seorang muslim adalah harga mati.