Oleh : Mak Ayu

Rintik pertama jatuh di bumi kerontang
Mencipta aroma ampu segar di tiap helaan nafas
Esok akar-akar bergeliat dalam senyap hidupnya
Hijaukan rumput dan ranting yang luruh oleh kemarau
Memberi kesejukan pada tanah retak menerima cinta
Menghidupkan kembali harapan yang mati sesaat

Rintik hujan pertama basahi lahan kering petani
Untuk menangkup rindu cumbuan cangkul
Bergulat tanpa lelah dalam hujan yag dinanti
Sembari mengurai benih yang kan topang hidupnya
Penuh mimpi mengolah lahan bersama peluh harap
Bulir-bulir buah yang dipersembahkan untuk kalian

Rintik pertama yang dirindu siapa pun
Bawa keceriaan tanda bumi belum akan mati
Akan syukur tanpa henti pada kesempatan yang diberi
Batas waktu terus berganti dalam kenisbian
Mengertilah akan kuasa yang tak terjawab manusia
Hingga diri melihat ruang pergantian musim

Ngawi, 28 Oktober 2020