Oleh : Bunda Rinta (Pegiat Literasi Inggris, Praktisi Pendidikan)

Sahabat, tulisan saya beberapa waktu lalu tentang cerita heroik Rangga, seorang anak laki-laki usia 10 tahun yang rela mati demi membela sang ibunda yang hendak diperkosa oleh seorang residivis, hanya satu diantara sekian banyak peristiwa pemerkosaan yang terjadi di tanah air. Apalagi dalam skala dunia. Berikut saya coba ambil satu sumber berita yang bisa menjadi fakta bahwa sistem Demokrasi Kapitalisme Sekuler saat ini terbukti tidak mampu memberikan solusi walau hanya satu saja permasalahan yang dihadapi manusia.

Suara.com – Komisi Nasional (Komnas) Perempuan mencatat setidaknya ada 46.698 kasus kekerasan seksual yang terjadi terhadap perempuan baik dalam ranah personal ataupun publik sepanjang 2011 hingga 2019.
Bahkan Komnas Perempuan menyebut setiap dua jam sekali setidaknya ada tiga perempuan di Indonesia yang mengalami kekerasan seksual.
Komisioner Komnas Perempuan Andy Yentriyani mengatakan, sejak 2011 hingga 2019 pihaknya sudah menerima 23.021 kasus kekerasan seksual di ranah komunitas. Sebagiannya merupakan pelaporan kekerasan dengan jenis perkosaan.
“Perkosaan 9.039 kasus adalah jenis kekerasan seksual terbanyak,” kata Andy dalam keterangan tertulisnya, Rabu (13/5/2020).

Innalillahi wa inna ilaihi rajiuun. Bisa dibayangkan berapa banyak kasus sesungguhnya yang terjadi di dunia ?? Apakah hal ini akan kita biarkan terus menerus ??

Mari kita tengok bagaimana kehormatan dan nyawa seorang manusia sungguh begitu berharga ketika sistem Islam menaungi dunia ini. Islam hadir ke dunia sebagai rahmat bagi seluruh alam. Bagi seluruh umat manusia. Cahayanya mampu menyilaukan bumi dan langit. Sinarnya datang memancarkan keberkahan bagi makhluk sejagat raya. Kisah yang termasyhur bagaimana Islam sangat menjaga kemuliaan seorang perempuan, diantaranya sebagai berikut (dikutip dengan sedikit editan dari Hidayatullah.com):

Kisah pertama, diceritakan dalam ar-Rahiq al-Makhtum karya Syaikh Shafiyurrahman Mubarakfury, bahwasanya ada seorang wanita Arab yang datang ke pasarnya orang Yahudi Bani Qainuqa.

Dia duduk di dekat pengrajin perhiasan. Tiba-tiba beberapa orang di antara mereka hendak menyingkap kerudung yang menutupi wajahnya. Diam-diam tanpa diketahui Muslimah tersebut, pengrajin perhiasan ini mengikat ujung jilbabnya, dan ketika ia bangkit, auratnya seketika itu juga tersingkap.
Muslimah ini spontan berteriak dan seorang laki-laki Muslim yang berada di dekatnya melompat ke pengrajin perhiasan itu dan membunuhnya. Orang-orang Yahudi kemudian membalas dengan mengikat laki-laki Muslim tersebut lalu membunuhnya.

Kejadian ini membuat kesabaran Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam habis ketika sebelumnya mereka berupaya mengadu domba Aus dan Khazraj sehingga hampir saja di antara kedua suku ini terjadi peperangan, mengganggu kaum Muslimin dan mengabaikan nasihat Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam. Ditambah dengan adanya kejadian ini, akhirnya Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam bersama pasukan kaum Muslim berangkat menuju tempat Bani Qainuqa dan mengepung mereka dengan ketat.

Bani Qainuqa yang pongah dan sombong ini akhirnya bertekuk lutut dan menyerah setelah dikepung selama 15 hari. Allah Subhanahu Wata’ala memasukkan rasa gentar dan takut ke dalam hati orang Yahudi ini.
Hampir saja semua kaum laki-laki Bani Qainuqa ini dihukum mati oleh Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam. Namun keputusan itu berubah ketika dedengkot kemunafikan, Abdullah bin Ubay mendesak Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam untuk memaafkan mereka. Dan akhirnya Rasulullaah Shallahu’alaihi Wassallam bermurah hati dan memerintahkan Bani Qainuqa ini untuk pergi sejauh-jauhnya dan tak boleh lagi tinggal di Madinah.

Kisah kedua, terjadi pada masa khalifah al-Mu’tashim Billah, khalifah kedelapan dinasti Abbasiyah.

Kota Amurriyah yang dikuasai oleh Romawi saat itu berhasil ditaklukkan oleh al-Mu’tashim. Dan di antara faktor yang mendorong penaklukan kota ini adalah karena adanya seorang wanita dari sebuah kota pesisir yang ditawan di sana. Ia berseru, “Wahai Muhammad, wahai Mu’tashim!” Setelah informasi itu terdengar oleh khalifah, ia pun segera menunggang kudanya dan membawa bala tentara untuk menyelamatkan wanita tersebut dan menaklukkan kota tempat wanita itu ditawan. Setelah berhasil menyelamatkan wanita tersebut al-Mu’tashim mengatakan, “Kupenuhi seruanmu, wahai wanita!”

Kisah ketiga, dikisahkan tentang sultan al-Hajib al-Manshur, salah seorang pemimpin Daulah Amiriyah di Andalusia yang menggerakkan pasukan utuh dan lengkap untuk menyelamatkan tiga wanita Muslimah yang menjadi tawanan di kerajaan Navarre.
Saat itu kerajaan Navarre terikat perjanjian dengan al-Hajib al-Mansur yang salah satu perjanjiannya adalah pihak kerajaan Navarre tidak dibenarkan menawan seorang kaum muslimin atau menahan mereka.

Kisah ini bermula ketika seorang utusan sultan pergi menuju kerajaan Navarre. Saat sang utusan berjalan berkeliling dengan raja Navarre, ia menemukan tiga orang wanita Muslimah di dalam salah satu gereja mereka. Utusan ini pun akhirnya mengetahui bahwasanya ketika wanita Muslimah tersebut ditawan di dalam gereja tsb. Di sini, utusan sultan marah besar dan segera kembali menemui sultan dan menyampaikan kasus tersebut.

Maka al-Manshur kemudian mengirimkan pasukan besar untuk menyelamatkan wanita tersebut. Dan betapa kagetnya raja Navarre ketika melihat pasukan yang siap untuk berperang tsb. “Kami tidak tahu untuk apa kalian datang, padahal antara kami dengan kalian terikat perjanjian untuk tidak saling menyerang. Lagi pula kami sudah membayar jizyah..!”
Maka dengan lantang, pasukan kaum Muslimin pun mengatakan bahwasanya mereka, pihak kerajaan Navarre telah menawan beberapa wanita Muslimah. Pihak kerajaan menjawab, “Kami sama sekali tidak mengetahui hal tsb.” Maka, setelah diperlihatkan tiga Muslimah yang ditawan, sang raja Navarre kemudian mengirimkan surat permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada al-Manshur dan menyampaikan bahwa ia akan menghancurkan gereja tersebut. Pasukan sultan pun kembali ke negerinya dengan membawa ketiga Muslimah tersebut.

Demikianlah beberapa kisah yang menunjukkan bukti bahwa Islam memuliakan dan melindungi kehormatan perempuan. Satu nyawa seorang muslim sangat berharga. Begitu pula seorang kafir dari tiga golongan yakni kafir dzimmi (orang kafir yang membayar jizyah/upeti yang dipungut tiap tahun sebagai imbalan bolehnya mereka tinggal di negeri kaum muslimin), kafir mu’ahad (orang-orang kafir yang telah terjadi kesepakatan antara mereka dan kaum muslimin untuk tidak berperang dalam kurun waktu yang telah disepakati), dan kafir musta’man (orang kafir yang mendapat jaminan keamanan dari kaum muslimin atau sebagian kaum muslimin) haram untuk dibunuh.

Itulah jaminan Islam terhadap pemeliharaan nyawa manusia. Hanya saja hal ini hanya bisa terjadi dalam bingkai sebuah negara. Dalam Islam, peran negara memiliki kedudukan paling krusial. Negara merupakan salah satu diantara tiga pilar penerapan aturan Islam setelah ketakwaan individu, dan adanya kontrol dari masyarakat. Posisi dan fungsi pemimpin Islam adalah sebagai perisai, pelayan dan pelindung rakyatnya. Sebagaimana sabda Rasulullah SAW berikut ini :

“Imam (Khalifah) adalah raa’in (pengurus rakyat) dan ia bertanggung jawab atas pengurusan rakyatnya.” (HR al-Bukhari)

“Innamâ al-imâmu junnatun yuqâtalu min warâihi wa yuttaqâ bihi fa in amara bitaqwallâhi wa ‘adala kâna lahu bidzâlika ajrun wa in yamuru bi ghayrihi kâna ‘alayhi minhu (Sesungguhnya seorang imam adalah perisai, orang-orang berperang dari belakangnya dan menjadikannya pelindung, maka jika ia memerintahkan ketakwaan kepada Allah ‘azza wa jalla dan berlaku adil, baginya terdapat pahala dan jika ia memerintahkan yang selainnya maka ia harus bertanggungjawab atasnya)“ (HR. al-Bukhari, Muslim, an-Nasai dan Ahmad).

Lantas, tidakkah kita rindu dengan kepemimpinan Islam?? Di tangan kitalah perjuangan itu Allah SWT titipkan. Tinggal kita memilih apakah mau berjuang atau tidak. Dengan atau tanpa kita kepemimpinan itu akan terwujud. Karena hal itu merupakan janji Allah SWT dan suatu keniscayaan. Wallahu ‘alam bishshowwab.

Sheffield, 2 November 2020

Nubar

NulisBareng

Level2

BerkreasiLewatAksara

menulismengabadikankebaikan

week1day2

RNB032

rumahmediagrup