Oleh: Ratna Fitri Abdini

Jangan pernah bermimpi menjadi orang hebat jika kita tak mampu menggeser kesombongan diri.

Sahabat, saat kita merasa hebat merasa paling faham, terkadang lupa menunduk,
Tahukah? Betapa kita manusia memiliki ragam garis hidup yang masing-masing memiliki kemampuan berbeda dalam bidangnya, lantas saat kita mampu dalam satu bidang bukan berarti kita juga menguasai atau memiliki kemampuan dalam hal lainnya.

Kita diciptakan untuk saling melengkapi dalam kerendahan hati sebagai bentuk ketaatan kepada Allah.

Boleh jadi satu kepandaian yang kita miliki mengantarkan kita pada ke alfaan, merasa paling tahu berbagai hal sehingga enggan untuk belajar dan mudah menggangap remeh orang lain, yang mungkin jauh lebih baik dan lebih banyak pengetahuannya dalam beberapa hal dibandingkan diri kita.
Menunduklah kebawah,lihatlah lah kekurangan kita, sehingga kita dapat menghargai kekurangan orang lain dan santun dalam membimbingnya tanpa rasa angkuh didalamnya.

Mulailah, berbuatlah, dari hal yang kecil untuk menjadi sesuatu yang besar, awali dengan belajar mengatur kata dan prasangka sesuai fakta jangan karena rekayasa perasaan yang diterka yang tidak jelas kebenarannya.

Jangan memaksakan diri bersuara dengan apa yang tidak mudah dijangkau untuk dilakukan, jikalau hal kecil menempa kata dengan santun saja bisa kita lakukan maka insyaaAllah kita akan sukses menjadi diri yang manfaat serta dapat membangun lingkungan yang bersahaja penuh ketentraman.

Mulailah dari hal- hal yang kecil, niscaya Allah tuntun kita dapat melakukan hal-hal besar yang penuh berkah serta berlimpah pahala.

karena puncak derajat kemanusian seseorang dinilai dari kualitas kerendahan hatinya.

Sesungguhnya rezeki terbesar dalam hidup ini adalah ketika Allah memberi kemampuan pada kita untuk mengenal kekurangan diri lalu menunjukan jalan untuk memperbaikinya dan Allah memberi taufik sehingga kita selalu bersemangat untuk memperbaiki diri.

Jangan hanya karena baru berbuat hal yang kecil lantas kita proklamirkan diri kita hebat.

Tidak demikian ukuran sukses,
Sebelum menapaki bukit yang tinggi kiranya kita bisa menapaki dataran rendah, artinya kesuksesan dapat diraih manakala kita mampu menunduk dalam kelebihan-kelebihan rezeki yang Allah beri berupa apapun itu, baik dalam ilmu pengetahuan maupun kemampuan lebih dalam berbagai hal.

Berusahalah konsisten dalam kerendahan hati karena itu yang akan menuntun mu pada kebesaran jiwa yang hebat, dan pijak kesuksesan yang diridhoi Allah subhanahu wa Ta’ala.

Rasulullah SAW. bersabda: “Tidak akan masuk surga siapa yang dalam hatinya terdapat kesombongan walaupun hanya sebesar zarrah.” (HR.Muslim)***