Oleh: Desi Wulan Sari, M.,Si.
(Pengamat Publik dan Pegiat Literasi)

Nabi Muhammad Saw adalah seorang Nabi dan Rasul terakhir bagi umat muslim. Lahir pada tahun 570 M di Mekkah, ayahnya bernama Abdullah dan Ibunya bernama Aminah. Ayah Muhammad meninggal dunia ketika Muhammad berusia 2 bulan dalam perut ibunya, dan ibunya meninggal dunia ketika Muhammad berusia 6 tahun. Setelah yatim piatu, Muhammad dibesarkan di bawah asuhan kakeknya Abdul Muthalib sampai berusia 8 tahun, kemudian Muhammad diasuh oleh pamannya Abu Thalib selama hampir 40 tahun. Perjalanan niaga pertama Muhammad dilakukan menuju Syam bersama pamannya Abu Thalib, ketika Muhammad berusia 12 tahun. Pada perjalanan ini Abu Thalib diberitahu oleh Rahib Bahira bahwa Muhammad adalah calon nabi yang dijanjikan.

Kepribadiannya sejak kecil hingga remaja telah menunjukkan akhlak yang mengagumkan. Selalu peduli pada orang lain, bicaranya santun, menghormati yang lebih tua, amanah, lembut, tenang dan berwibawa. Bahkan sikap yang ditunjukkannya selalu membuat orang-orang di sekitarnya merasa nyaman dan berdecak kagum dengan sosok pribadinya. Hingga dewasa, beliau menunjukkan sikap yang tidak pernah ditunjukkan pemuda manapun saat itu. Seperti rasa malu, sikap hormat, kesucian jiwa, dan kelapangan hati.

Rasulullah Saw pemimpin termulia di muka bumi yang senantiasa bersikap rendah hati meski berkuasa. Penampilannya sangat jauh dari bayangan seorang raja dengan mahkota di kepala dan tongkat di tangan. Beliau memerintah dengan cara yang menyentuh hati rakyatnya, melalui kepribadian dan akhlak mulia yang beliau miliki.

“Ia satu-satunya orang yang berhasil meraih kesuksesan luar biasa, baik dalam hal agama maupun duniawi,”  (Michael H Hart)

Sesunggihnya telah ada pada diri Rasul suri teladan indah bagi orang yang memendam harap pada Allah dan hari kiamat dan banyak mengingat Allah (Al Ahzab [33]: 21)

Mukmin paling paripurna imannya adalah yang terindah akhlaknya dan terlembut pada keluarganya (HR. Al Tirmidzi dan Abu Dawud)

Siapa yang tidak ingin bertemu dengan Rasulullah, sejak beliau menyelsaikan tugasnya sebagai khalifah di muka bumi, tidak ada satupun yang tahu dan mampu melukiskan bagaimana sosok fisik Nabi Muhammad Saw. Dan Allah lebih mengetahui alasannya. Walau tak mampu membayangkan rupanya, umat muslim hingga hari ini tetap meyakini dan menghormati kemuliaan seorang Nabi Muhammad Saw hingga akhirat nanti. Hanya beliaulah yang mampu memberi syafaat kepada umatnya di akhirat seperti yang beliau janjikan.

Namun, hadis-hadis telah dihadirkan kepada umat muslim untuk mengobati rasa rindu umatnya pada sosok beliau. Inilah beberapa gambaran ciri-ciri fisik Nabi Mulia Rasulullah Muhammad Saw.

  1. Rasulullah Berwajah Sangat Tampan

Diriwayatkan oleh Ummu Ma’bad Al-Khuza’iyah, dirinya berkata tentang diri Rasulullah Saw, ” Beliau terlihat sangat tampan, berwajah cerah, bagus bentuk fisiknya, badannya ramping, kepalanya tegak, tampan. Kedua matanya lebar dan hitam, bulu matanya lentik, suaranya agak parau, lehernya jenjang, matanya tajam dan gelap, kedua alisnya bagaikan bulan sabit dan bersambung, rambutnya sangat hitam, apabila diam terpancar darinya kewibawaan…”

  1. Aroma Tubuh Rasulullah Sangat Wangi

Diriwayatkan dari Abu Juhaifah, beliau berkata,”Aku pernah menggapai tangannya (Rasulullah Saw) kemudian ku letakkan pada wajahku, ternyata tangannya lebih sejuk dari embun, dan aromanya lebih wangi daripada aroma misik (kasturi).”(HR.Bukhari).

  1. Wajah Rasulullah Selalu Bercahaya

Dari Ka’ab Bin Malik berkata,”Apabila beliau bergembira, wajahnya bercahaya sehingga terlihat seerti potongan bulan.”(HR.Bukhari).

  1. Tubuh Rasulullah Kekar dan Telapak Tangannya Lembut

Ali Bin Abi Thalib berkata,”Beliau adalah orang yang paling bagus telapak tangannya, paling kekar dadanya, paling jujur perkataannya, paling menempati janjinya, paling lembut jiwanya, paling mulia pergaulannya….”(HR.Tirmidzi).

  1. Wajah Rasulullah Bagaikan Bulan

Diriwayatkan Jabir Bin Samurah berkata,”Aku melihat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam pada suatu malam yang cerah, aku memandang beliau, kemudian memandang bulan, beliau memakai baju merah, ternyata beliau lebih indah daripada bulan.”(HR.Tirmidzi).

Maka kuatkanlah keyakinan umat hari ini, bahwa Nabi yang kita cintai pembawa Risallah kenabian, sebagai utusan Allah pembawa hukum-hukum syariat, melalui Al Quran yang diturunkan padanya bagi seluruh umat manusia.

“Allahumma sholli ‘ala Muhammad wa ‘ala ali Muhammad.”
(Ya Allah, berikanlah rahmat-Mu kepada junjungan kami Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad)*