Disarikan Oleh : Hawilawati

Bunga indah yang tumbuh dari akar nan kuat dan pohon penuh keberkahan, hidup diantara ranting-rantingnya yang memiliki sejumlah kemuliaan yang mengililingi sosok ini dari segala penjuru.

Ayahnya adalah Abu-Bakar As-Shiddiq, dimana mentari tiada terbit menyinari seorang pun yang lebih baik darinya setelah para nabi dan rasul. Dialah yang mengimani Rasulullah ketika keduanya berada di dalam gua. Dialah orang tercinta dihati Rasulullah Saw.

Diriwayatkan dari Anas bin Malik, ia berkata : “Rasulallah Saw bersabda , “umatku yang paling sayang terhadap umatku adalah Abu Bakar, yang paling tegas dalam perintah Allah adalah Umar, yang paling pemalu adalah Utsman dan yang paling mengetahui hukum adalah Ali.

Ibunya adalah seorang shahabiyyah mulia “Ummu Rauman binti Amir”, yang banyak berjasa untuk agama nan agung ini.

Suadarinya adalah Asma binti Abu Bakar, Dzatun Nithaqain, suaminya ini adalah pembela Rasulullah Saw.

Saudara sepupunya diantara sepuluh shahabat yang dijamin masuk surga dan orang yang pertama menghunus pedang dijalan Allah, Zubair bin Awwam.

Kakek dari ayahnya adalah Abu Quhafah yang masuk Islam (saat penaklukan Mekkah) dan meraih kemuliaan dengan mendampingi Nabi Saw.

Nenek dari garis ayahnya adalah Ummul Khoir, Sukma binti Shakhr yang masuk Islam dan meraih kemuliaan pernah mendampingi Nabi Saw.

Tiga bibinya termasuk kalangan shahabiyah, mereka adalah Ummu Amir, Quraibah dan Ummu Farwah, mereka ini adalah putri-putri Abu Quhafah.

Saudara sekandungnya Abdurrahman, seorang pemberani dan salah seorang pemanah ulung, jumlahnya hanya bisa dihitung dengan jari.

Itulah akar nan kuat dan ranting-ranting penuh kemuliaan yang kecintaan mereka luar biasa kepada agama Allah. Hingga bunga Indah itu menghiasi kehidupan Baginda Rasulullah Saw.

Bunga indah berada dalam taman iman, didiami dengan air wahyu, hingga aroma wanginya menyebar memenuhi ruangan Timur dan Barat.

Beliau adalah wanita yang dicintai Rasulullah Saw karena Allah, yang sangat cerdas pemahaman ilmu agamanya “Ummu Mukminin Sayyidah Aisyah Binti Abu Bakar Ash-Shiddiq.

Sepanjang kehidupan, segala sesuatu yang dimiliki pohon nan kuat ini, baik harta benda, waktu dan pikiran, hanya dicurahkan untuk kekasih Allah.


Dan kini bunga indah itu menjadi panutan bagi bunga-bunga lainnya yang ingin mendapat syafa’at Baginda Rasulullah Saw dan bisa meminum air ditelaganya walau seteguk, yang tak akan pernah haus setelahnya, hingga menghantarkan ke taman surga Allah yang aromanya sudah tercium dari jarak yang sangat jauh.

Kehidupan Abu Bakar Ash-Shiddiq, keluarga yang dicintai Rasulullah Saw, membina putra putrinya menjadi inspirasi bagi kami, hingga seluruh putra putriku juga diberi nama Ash-Shiddiq (agar tumbuh menjadi pribadi yang selalu membenarkan seluruh risalah Rasulullah Saw, dan berani mengatakan yang benar dan mencintai umat/ mampu memberi maslahat dengan segala yang dimiliknya).

Ya Rasulullah…
kami umatmu yang selalu kau rindui, pribadi kami memang sangat faqir, jauh dari bunga indahmu “Sayyidah Aisyah Binti Abu Bakar”. namun kami sangat merindui syafaatmu di yaumil akhir nanti. Akankah engkau mengenali kami kelak, bahwa kami adalah umatmu yang sangat merinduimu??😭😭

Referensi :
“Ummu Mukminin Sayyidah Aisyah”
Karya Syaikh Mahmud Al-Mishri
Penerbit : Aqwam Jembatan Ilmu