Oleh: Desi Wulan Sari
(Pegiat Literasi Muslimah)

Kecintaan umat muslim kepada Nabi Muhammad Saw tidak akan pernah diragukan lagi. Cinta kepada Nabi sudah tentu Cinta kepada Syariat yang dibawanya. Tanpa syarat ataupun keraguan dalam dirinya. Kerinduan kepada Nabi akan terus dinanti oleh umatnya. Kerinduan akan bertetangga dengan Rasulullah di surga kelak menjadi cita-cita umat muslim di seluruh dunia.

Maka inilah sosok seorang Nabi Allah yang menjadi panutan umat muslim, yang kita ikuti sunnah-nya, ajaran-nya dalam kehidupan umat manusia menuju keselamatan di dunia dan akhirat nanti. Seperti apakah akhlak beliau, Nabi yang kita cintai ini, hingga harus mengikuti setiap yang diajarkan beliau? Beberapa hadis telah dikumpulkan untuk mengetahui akhlak beliau, inilah akhlak yang dimiliki seorang manusia termulia di muka bumi, Rasulullah Muhammad Saw: antara lain:

Selalu diam.
Berbicara seperlunya.
Bicaranya fasih, ringkas tapi padat.
Hatinya selalu sedih.
Berpikir terus-menerus.
Menghargai nikmat sekecil apa pun tanpa pernah mencaci.
Tak pernah mencela makanan; bila suka, dimakan, bila tidak, ditinggalkan.
Tak pernah marahmenyangkut urusan dunia.
Marah atau mengekang amarah bukan karena nafsu.
Bila kebenaran dilanggar, tak ada yang mampu mengekang amarah beliau
Bila marah, beliau memalingkan muka.
Bila senang, beliaun memejamkan mata.
Tak pernah berkata kotor. berbuat keji dan melampau batas, serta berteriak-teriak di pasar.
Tak pernah membalas kejahatan dengan kejahatan, bahkan beliau memaafkan dan berlapang dada.
Tangan beliau tak pernah memukul selain dalam jihad di jalan Allah.
Bila menghadapi dua hal, beliau memilih yang termudah selama tidak berpretensi maksiat.
Di rumah, beliau adalah manusia biasa yang mencuci baju, memerah susu, dan mengerjakan sendiri segala keperluan dirinya.
Di saat duduk ataupun berdiri, beliau senantiasa berzikir.
Raut wajahnya selalu cerah, perangainya dapat ditiru dengan mudah, lemah lembut dan ramah.
Tak pernah berlaku keras dan kasar, berteriak-teriak, dan mencela orang.
Tiga hal yang mereka jauhi; perselisihan, congkak, dan segala yang tidak diperlukan.
Tak pernah mencela dan memaki-maki orang.
Tak pernah menuntut kerahasiaan mereka.
Tak pernah berbicara kecuali sesuatu yang menjanjikan pahala.
Bicaranya memukau siapapun yang mendengarnya, seolah ada burung yang melintass di kepala mereka.
Bagi yang melihat beliau sepintas lalu, ia akan takut bercampur hormat.
Bagi yang telah bergaul dan mengenal baik beliau, ia akan mencintainya tanpa batas.
Memberi tempat pada orang yang mau duduk, dan tidak menganggap ada yang lebih mulia di antara mereka.
Siapa meminta sesuatu, pasti dipenuhi atau di tolak dengan tutur kata yang sejuk. Tangan beliau selalu terbuka bagi siapa saja tanpa pilih kasih ; beliau adalah bapak bagi mereka semua.
Dimana pun beliau duduk , di situ terpancar cahaya ilmu , sikap malu dan sabar, serta amanah , tidak ada yang berani mengangkat suara di hadapan beliau. Semua mengakui yang lain lebih utama, karena tak hanya; yang tua dihormat, yang kecil disayang, yang mempunyai keperluan di prioritaskan, orang asing di jaga dan di perhatikan.
Tidak memotong pembicaraan orang, kalau ingin memotong, beliau menyetop atau berdiri.
Paling lapang dada.
Paling tepat logat bicaranya.
Paling halus wataknya.
Paling ramah tata pergaulannya.
Berkata orang yang berusaha menggambarkan beliau , “Tak pernah kulihat orang seperti dia, dulu maupun sekarang.”

Sholawat dan salam semoga abadi mengalir kepada beliau, segenap keluarga dan sahabat beliau. Segala puji milik Allah, Tuhan semesta alam.*

//Saduran:Dr.NizarAbazah,Bilik-bilikCintaMuhammad, Zaman,CetakanVII,2012.//