Karya: Warjianah
(Pemalang, Jawa tengah)

Islam phobia kini kembali nampak, kembali lagi ajaran Islam di Hinakan lewat sebuah karikatur yang bergambar nabi Muhammad SAW, pada majalah Charlie Hebdo (2/9/20) pemerintah kota Paris mendukung ula majalah tersebut. Aksi ini tentunya membuat umat islam marah, salah satu pernyataan dari Ketua Umum MUI Muhyiddin Junaidi dan Sekjen MUI Anwar Abbas,” MUI menyatakan sikap dan menghimbau kepada ummat islam Indonesia dan dunia untuk memboikot semua produk yang berasal dari negara Prancis”(30/10/20).

Tentunya tindakan tegas sebagai bentuk pengecaman oleh Ketua Umum MUI ini, hanya bisa dilakukan secara personal sebab pemerintah Indonesia belum melakukan tindakan diplomatik. Padahal seharusnya tindakan yang membuat negara Prancis jerah akan tindakannya, itu dengan memutuskan hubungan diplomatik.

Seperti yang pernah dilakukan oleh Sultan Hamid ll. Pada masa kekhalifahan Utsmaniyah, penghinaan terhadapan Rasullah oleh seniman Inggris yang akan melakukan pementasan teater yang menghina nabi Muhammad SAW. Namun, hal tersebut di tindak tegas oleh Sultan Hamid ll , ” saya akan nengeluarkan perintah kepada umat islam dengan mengumumkan bahwa Inggris sedang menyerang dan menghina Rasullah kami/ saya akan kobarkan Jihad al-Akbar (jihad yang besar). Ini bukti kehebatan Islam, ketika diterapkan oleh negara. Imam Al Ghozali dalam Al iqtishad fil i’tiqad menuliskan,”agama dan kekuasaan bagaikan saudara kembar, agama adalah asasnya yang tidak memiliki asas maka akan hilang dan apa saja yang tidak memiliki penjaga maka akan hancur”.