Oleh. Ir. H. Izzah Istiqamah

Rasulullah adalah insan mulia yang dijamin masuk surga. Namun di negara penganut sistem sekuler demokrasi berulang kali manusia teragung sejagad raya ini dinistakan oleh kaum kuffar. Maka sudah sewajarnya jika beliau yang dicintai seluruh ummat muslim diseluruh dunia, ketika mengalami penghinaan akan diberi pembelaan yang luar biasa, salah satunya adalah seruan pemboikotan.

Seruan memboikot produk-produk asal Prancis tumbuh di sejumlah negara mayoritas Negara-negara Arab di Timur Tengah. Seruan boikot terhadap semua produk Prancis, sebagai reaksi atas sebutan kata-kata Presiden Emmanuel Macron terhadap kematian seorang guru “teroris Islam”. Macron juga mengatakan, menggambarkan Nabi Muhammad SAW sebagai kartun bukan hal yang salah.(SRIPOKU.COM)

Tak tinggal diam di Negeri tercinta ini bahkan seruan pemboikotan juga dilakukan. Majelis Ulama Indonesia ( MUI) mengeluarkan imbauan kepada umat Islam Indonesia untuk memboikot segala produk asal negara Perancis.(Kompas.com)

Negara berpenduduk muslim mengecam Macron hingga memboikot produksi Prancis. Boikot adalah ungkapan protes yang menandakan masih adanya ‘nyawa’ bagi umat islam. Namun hal ini tidak akan menghentikan total penghinaan berulang terhadap rasulullah, kecuali diiringi boikot terhadap sekularisme-liberalisme, demokrasi dan kapitalisme.

Mengimani kenabian Muhammad Saw. harus diikuti dengan mencintai dan memuliakan sosoknya. Kecintaan seorang Muslim kepada beliau harus di atas kecintaan kepada yang lain, baik itu harta, kedudukan, jabatan, keluarga bahkan dirinya sendiri. Belum sempurna keimanan seseorang bila masih ada kecintaan yang melebihi kecintaan kepada Baginda Nabi Saw. Rasulullah Saw. bersabda,

“Belum sempurna iman salah seorang di antara kalian sampai ia menjadikan aku lebih dicintai daripada orangtuanya, anaknya dan segenap manusia.” (HR al-Bukhari)

Allah SWT juga berfirman,:
“Sungguh orang-orang yang menyakiti Allah dan Rasul-Nya, Allah melaknati mereka di dunia dan di akhirat serta menyediakan bagi mereka siksaan yang menghinakan.”
(TQS al-Ahzab [33]: 57)

Penistaan terhadap muruah Nabi Saw. terus berulang karena banyak muslim dan tokoh-tokohnya memilih diam. Mereka berpikir bahwa diam dan bersabar ketika Nabi Saw. dinista adalah sebuah kebaikan. Padahal bungkamnya mereka membuat penistaan ini kian menjadi-jadi.

Bagi orang Islam, hukum menghina Rasul jelas haram. Pelakunya dinyatakan kafir. Hukumannya adalah hukuman mati. Penistaan terhadap Nabi Saw. juga terjadi karena prinsip kebebasan berbicara yang diberikansekularisme-liberalisme yang memberikan panggung kepada orang-orang yang mendengki dan terus menyerang Islam. Mereka dilindungi oleh berbagai peraturan dan orang-orang yang bersekongkol dengan mereka.

Sungguh, saat ini penting bagi umat untuk membangun kesadaran tentang kebencian Barat (kafir) terhadap Islam, perang peradaban akan selalu terjadi. Sekularisme dan Demokrasi sebagai sumber peradaban Barat berkarakter menghasilkan kerusakan bagi manusia Menggambarkan khilafah (peradaban Islam) yang bersumber wahyu menghasilkan keharmonisan kehidupan menghasilkan kerahmatan bagi dunia

Menghadapi negara bebal seperti Prancis itu harus dengan kekuatan yang mampu menandingi kedigdayaan mereka. Pernyataan Macron semestinya menyadarkan kita semua bahwa tanpa kekuatan politik, umat tak berdaya. Tanpa institusi yang menjalankan politik pemerintahan, Islam akan terus ditindas dan dihina.

Umat membutuhkan bersatunya perasaan dan pemikiran. Tatkala perasaan dan pemikiran menyatu, bukan tidak mungkin rumah besar umat akan terwujud. Rumah besar terbaik umat adalah Khilafah Islamiyah, bukan demokrasi sekuler. Umat membutuhkan persatuan politik dan ukhuwah Islam. Agar bermunculan kembali sosok sultan Sulaiman Al Qanuni yang disegani Barat. Agar terlahir kembali sosok khalifah Abdul Hamid II yang tegas membela kehormatan Rasulullah dan Islam. Tanpa Khilafah, Islam hanya akan menjadi tempat bully-an para pembencinya. Khilafah menjadi urgensi yang tak bisa ditunda lagi. Dengan Khilafah, penghina Nabi Saw akan merasakan efek jera. Umat islam membutuhkan khilafah untuk total membungkam mulut kebencian Prancis dan seluruh imperialis Eropa.