Oleh : Ade Irma

Hadirnya kembali Ulama besar Indonesia sekaligus pemimpin organisasi masyarakat (ormas) Front Pembela Islam tiba di Indonesia pada Selasa (10/11/2020). Setelah tiga tahun berada di Arab Saudi. Tak terhitung jumlah masa yang datang menyambut kepulangan beliau, begitu besar kerinduan umat Islam terhadap ulama yang telah kembali, ulama yang menjadi semangat perjuangan Islam untuk umat manusia.

HRS mengucapkan syukur karena bisa kembali ke Tanah Air, dari sunroof mobilnya ia berkata, “Alhamdulillah dengan pertolongan Allah, dengan inayah dari Allah, akhirnya hari ini kita bisa berkumpul kembali di Tanah Air.Kalau Allah sudah tentukan harus pulang, tidak ada kekuatan mana pun yang bisa menghalangi. Takbir!” seru Habib. (kompas.com, 10/11/2020).

Habib juga menyampaikan kepulangan beliau untuk berjuang bersama Muslim di negeri ini. Beliau menyerukan soal revolusi akhlak. Beliau juga menyerukan pada umat untuk melakukan perubahan, dari perbuatan buruk ke perbuatan baik, ganyang kezaliman, kita lawan segala korupsi, revolusi akhlak akan membawa dari sifat bohong ke sifat jujur. Disambut dengan jawaban setuju dari masa yang hadir. Dikutip dari (@PutraErlangga_, (10/11/2020) lewat tweetannya di Twitter.

Tak lupa yel-yel ayo revolusi diteriakkan. Semakin menambah semangat umat untuk meninggalkan segala bentuk kezaliman menuju Islam. Hal ini tentu yang membuat musuh-musuh Islam mati ketakutan. Namun para haters mempertanyakan revolusi macam apa yang akan dilakukan beliau? Para pembenci tetaplah pembenci, mereka akan terus berupaya mencari salah HRS dengan pengikutnya.

Hadirnya HRS tentu menjadi kebahagiaan tersendiri bagi kaum muslimin. Pasalnya hadirnya HRS menjadi api cahaya Islam yang mengobarkan semangat perjuangan melawan kedzaliman. Tentu besar harapan umat Islam terhadap HRS, karena umat sudah gerah dan lelah melihat kedzaliman dan kebobrokan dari sistem yang ada. HRS adalah cucu Rasullullah saw yang dikenal dengan semangat perjuangan dan tidak takut akan kedzaliman. HRS adalah orang selalu menjadi garda terdepan dalam mengkritik segala kedzaliman dan kebijakan yang menyengsarakan umat. Tentu dengan hadirnya beliau umat menaruh besar harapan agar semangat kebangkitan Islam itu semakin berkobar.

Mengapa dikatakan segala bentuk kezaliman? Umat telah merasakan perihnya hidup dalam sistem demokrasi-kapitalis. Tak ada satu pun dari kebijakan yang dihasilkan membawa pada kesejahteraan. Malah sekarang negeri ini terperosok ke jurang resesi yang memperihatinkan.

Kehadiran Ulama Besar, Imam besar umat Islam Indonesia, HRS menjadi pengobat di tengah ketidak-becusan pengurusan atas rakyat di negeri ini. Wajar jika sambutan yang diberikan umat Islam begitu besar, hingga memenuhi Bandara Soekarno Hatta.

Siapa yang bisa menahan kerinduan umat akan Islam, kerinduan umat atas ulama akhirat? Ulama yang hanya takut kepada Allah, tidak pernah takut kepada selain-Nya, walaupun seorang penguasa dunia. Ulama yang senantiasa berada di posisi terdepan menentang segala bentuk kezaliman yang dilakukan penguasa.

Pada dasarnya jika seruan revolusi telah di dengar oleh umat, maka sesungguhnya perubahan itu merupakan suatu kepastian. Namun revolusi yang hakiki hendaknya disandarkan pada Islam. Revolusi Islam yang bertujuan untuk menegakkan Khilafah dan menerapkan syariah secara kaffah.

Sebab hanya Khilafah satu-satunya sistem warisan dari Nabi yang mampu menaungi 2/3 dunia dan berjaya hingga 13 abad lamanya. Dan kini fajar Khilafah itu hampir tiba kembali, sesuai janji-Nya dan bisyaroh Rasulullah bahwa Khilafah akan kembali seperti semula. Oleh karena itu kaum kafir dan sekutunya takkan pernah tinggal diam. Berupaya siang dan malam untuk menggagalkan lahirnya janin Khilafah ke dunia. Sebagaimana firman Allah SWT, “Mereka hendak memadamkan cahaya (agama) Allah dengan mulut (ucapan-ucapan) mereka, dan Allah tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya, walaupun orang-orang Kafir tidak menyukai.” (Q.S at-Taubah [9]: 32).

Menghalang-halangi cahaya Islam tidak akan pernah bisa. Karena cahaya Islam akan kembali bersinar menaungi dunia. Dan kehadirannya merupakan sebuah kepastian yang tidak ada satupun yang bisa menghalanginya. Wallahu alam