Oleh : W. Wuryani
Pemerhati Keluarga Peduli Umat Berau.

Individu yang bangkit dapat dilihat dari prilakunya artinya bangkit tidaknya individu ditentukan oleh tinggi rendahnya pemikiran yang diemban dan diyakini.

Hal yang sama berlaku pada masyarakat yang merupakan kumpulan individu yang terdapat interaksi terus - menerus. Interaksi ini terjadi karena adanya kesamaan kemaslahatan yang ditentukan pula oleh adanya kesamaan pemikiran dan perasaan atas kemaslahatan itu. 

Kebangkitan identik dengan kemajuan dan ketinggian taraf pemikiran (Al- Irtifa’ Al – Fiqri) pemikiran tinggi akan mewujudkan kebangkitan yang tentunya bukan pemikiran tentang pandangan hidup yang terkait. Kemajuan pemikiran mencerminkan terjadinya transformasi dari aspek manusiawi. Pemikiran instingtif (naluriah) adalah pemikiran yang berkaitan dengan upaya memperoleh makanan yang juga merupakan pemikiran yang rendah. sebaliknya pemikiran yang berkaitan dengan pengaturan urusan suatu kaum adalah pemikiran yang lebih tinggi daripada yang berkaitan dengan pengaturan urusan keluarga.

Namun demikian yang tertinggi adalah pemikiran tentang pengaturan urusan manusia sebagai manusia, bukan manusia sebagai individu pemikiran tersebut akan melahirkan kebangkitan.

Pengaturan urusan manusia ditentukan dan didasarkan pada pemikiran mendasar tentang hakikat hidup dan kehidupan yaitu pemikiran menyeluruh tentang alam semesta, kehidupan dan manusia. Dengan kata lain pengaturan urusan manusia itu didasarkan akidah, pandangan hidup atau ideologi. Dengan demikian kebangkitan hakiki adalah kebangkitan atas ideologi yaitu akidah yang memancarkan sistem pengaturan urusan manusia. Tingginya taraf perekonomian dan tingginya akhlaq tidak akan melahirkan kebangkitan hakiki melainkan kebangkitan semu (henyk widoryati . aktifis muslimah dan perubahan. Media umat 20 Oktober 2019 ). 

Umat Islam dulu bangkit karena ideologinya yaitu Islam. Indonesia yang mengklaim bukan negara sekuler dan bukan pula negara agama (Islam/karena mayoritas berpenduduk muslim ) tidak pernah bangkit. Karena landasannya tidak pernah ideologis, akibatnya ekonomi amblas, dikuasai oleh segelintir orang - orang dan pihak asing akidah Islam tidak terjaga.

Sebagaimana Barat bangkit karena ideologinya yaitu sekulerisme - Kapitalisme. Uni Soviet sebelum bubar, bangkit karena ideologinya yaitu sosialisme - komunisme. Perlu diketahui ideologi yang ada di dunia ini hanya ada tiga antara lain :
  1. Sekulerisme – Kapitalisme
  2. Sosialisme – Komunisme
  3. Islam. Di Indonesia Pihak – pihak yang merusak dan mengacak – acak Islam bahkan dilindungi dan dilestarikan. Kebangkitan yang shahih adalah kebangkitan yang berdasarkan akidah yang shahih. Dan itu adalah kebangkitan yang didasarkan pada akidah Islam sebagai satu – satunya akidah yang shahih. Dalam hal ini kebangkitan hakiki adalah kebangkitan atas dasar pemikiran (fiqrah). Islamlah adalah satu – satunya fiqrah yang shahih. Yang didasarkan pada ruh yang mengikuti keberadaan Allah SWT dengan segala kewenangan-Nya dalam aspek kehidupan (Taufiq S. Permana. Geopolitical Institut. MU. 20 Mei 2018).

Ibarat sebuah bangunan kekokohan bangunan dilihat dari pondasinya. Jika kuat pondasi bangunannya maka bangunan itu akan berdiri kokoh. Namun jika rapuh pondasinya maka bangunan diatasnya tidak bertahan lama. Begitupun negara, pondasinya adalah arah pandang dalam menyelesaikan masalah / akidah.
Negeri mayoritas muslim ini mengambil kapitalisme sebagai panduan aturannya dengan demokrasi sebagai sistem pemerintahannya. Kapitalisme ialah sebuah ideologi yang berakidah memisahkan agama dengan kehidupan (sekularisme). Segala sesuatu berdasarkan kesenangan materi yang didapat. Hasilnya sistem pemerintahannyapun mengacu pada pandangan tersebut.

Prinsip dasar dari sekularisme juga menghalalkan segala cara untuk mencapai kekuasaan. Pesta demokrasi yang menghabiskan dana puluhan hingga ratusan juta, praktik – praktik serangan fajar/ketidak jujuran lainnya menghiasi pesta ini. Oleh karena itu politik kekuasaan selalu identik dengan uang dan modal. Kondisi seperti ini tidaklah manusiawi. Tanpa kontrol agama, manusia akan cenderung mengikuti hawa nafsunya. Akal manusia yang terbatas akan membuat aturan yang sesuai kebutuhannya. Mereka hanya melihat sesuatu atas timbangan materi, sehingga kita tidak akan pernah bisa berharap banyak dengan sistem seperti ini. Sebagaimana dalam Qs. Ar – Rad : 11 ” Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah suatu kaum, sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri.

Perubahan hakiki tidak akan terjadi manakala kita terdiam membisu. Perubahan itu hanya terwujud jika kita mengambil pandangan hidup yang benar, serta aturan yang benar. Dengan dasar islam, kita menjadikan negeri ini beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Aturan islam dilaksanakan dengan sempurna baik Habluminnallah (Hubungan dengan Allah) Habluminnaf (Hubungan dengan diri sendiri) dan Habluminnas ( Hubungan Sesama manusia ) sebagaimana do'a yang senantiasa kita panjatkan : Rabbanaa Aatinna Fiddunnya Hasanah, Wa Fil Aakhirati Hasannah Wa qinna 'Azab an-naar. Do'a itu akan terwujud takkala kehidupan kita diatur dengan Syari'ah islam. Karena penerapan Syari'ah akan mewujudkan dua surga; surga dunia dan surga abadi di akhirat. 

Namun saat ini kehidupan umat islam jauh dari kebahagiaan. Indonesia berbagai problem kehidupan menjerat masyarakat. Problem kemiskinan, ketidak adilan hukum, keamanan berbagai masalah dekodensi moral dan berbagai masalah terus menghantui masyarakat. Itu karena yang diterapkan adalah sistem politik demokrasi dan sistem ekonomi kapitalisme. Rezim saat ini jauh dari ketulusan, kasih  sayang dan empati terhadap penderitaan masyarakat. Sekalipun tidak terlihat fungsinya sebagai raain (pemeliharan urusan publik) dan junna (perisai) hal tersebut adalah masalah terbesar umat Islam l saat ini.  Ketika mereka berusaha menjalankan syariah Allah SWT pada masalah individual mereka, mereka dipaksa untuk lepas dari aturan - aturan Islam dalam masalah kehidupan. Hasilnya kehidupan umat jauh dari kebahagiaan. Sepatutnya kita merenungkan firman Allah SWT yang artinya " Telah tampak kerusakan di darat dan lautan akibat perbuatan tangan manusia supaya Allah SWT merasakan kepada mereka sebagaian dari (akibat) perbuatan mereka agar mereka kembali ( ke jalan yang benar ) TQS. Ar - Ruum : 41.

Perlu dipahami betapa kembalinya kehidupan Islam. Kekhilafahan islam merupakan kebutuhan mendesak. Lebih dari itu Khilafah adalah ajaran  Islam yang diwajibkan Allah SWT kepada kita semua. Karenanya bergabung pada perjuangan penegakkan Khilafah dan tidak termakan pada propaganda musuh - mush Islam dan antek - anteknya adalah pilihan yang terbaik (info muslim jember jumat 4 januari 2019).

Wallahu A’lam.