Oleh: Ainun
Sumedang

Pemuda di zaman milenial sekarang merasa memprihatinkan. pertama dari segi pergaulannya yang serba bebas. Ditambah teknologi yang semakin canggih, banyak digunakan waktu yang sia-sia. tidak bermanfaat. seperti adanya fasilitas aplikasi dari negara, seperti game online, Tik-tok dsb, menjurus kepada menyia-nyiakan waktu. Apalagi para pemuda sekarang lebih memilih dan mementingkan popularitas, tidak punya rasa malu. Banyak pemuda dan pemudi yang tidak menutup aurat karena mereka ingin popularitas.
“Mereka harus memiliki tingkat pendidikan yang cukup, keterampilan yang tinggi, kepedulian yang baik terhadap lingkungan, serta yang tak kalah penting semangat juang yang besar untuk berpartisipasi dalam pembangunan desa,” demikian disampaikan Wakil Bupati Sumedang Erwan Setiawan saat menjadi inspektur upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke 92 Tingkat Kecamatan Situraja di lokasi wisata Dewi Lipa Desa Cijeler Kecamatan Situraja, Rabu (28/10/2020).
Hemat saya kepedulian pemerintah terhadap pemuda kurang peduli terhadap pergaulannya, pemerintah lebih mementingkan kepentingan pribadinya, pemuda hanya diperlukan pemerintah untuk keterampilannya saja. tapi kurang dalam pendidikan, terutama dalam bidang pendidikan di era wabah covid ini. Seharusnya pemerintah meningkatkan pendidikan agama Islam, kepribadian pemuda diberi penjelasan oleh pemerintah. bukan sekedar di manfaatkan kesempatan pemuda untuk keterampilannya saja.
Karena pada sistem demokrasi ini pemuda bukan aset perjuangan Islam, namun hanya dijadikan alasan untuk kepentingan pemerintah. jikalau dalam sistem Islam mungkin pemuda tidak dijadikan alasan untuk manfaat belaka.
Pemuda dalam sistem Islam akan sibukkan dengan ilmu pendidikan agama Islam, dan tidak akan ada lagi ada pemuda yang bermalas-malasan dalam mencari ilmu. karena dalam sistem Islam seorang pemimpin tidak akan diam saja melihat pemuda yang disibukkan dengan aktivitas yang tidak bermanfaat.
Karena tanggung jawab pemimpin maka pemimpin atau seorang khalifah takan diam, karena sikap pemimpin islam harus bertanggung jawab akan pemuda nya apakah di beri pendidikan atau tidak.
Jelas beda, dalam sistem demokrasi sekuler gagal dalam Mengurusi pemuda. dalam sistem islam pemudi dididk agar bertaqwa kepada Allah, akan merasa takut pada Penciptanya. jelas tidaklah mudah untuk mendapatkan generasi pejuang Islam, hanya dengan menerapkan syariah secara kaffah dalam bingkai Khilafahlah pemuda bertaqwa akan berjuang untuk Allah semata.