Karya :Warjianah
(Pemalang, Jawa Tengah)

Mensos di guncangkan dengan peristiwa gadis usia 17 tahun asal Toraja nekat gantung diri setelah putus cinta (4/11/20).

Sangat di sayangkan anak muda yang berpotensi membawa perubahan negeri ini justru tenggelam masuk ke hal yang sepele, hal ini tentunya tidak lepas dari peran media yang mempengaruhi pola perilaku anak remaja saat ini, seperti yang di katakan oleh Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Bintang Puspayoga pada webinar yang di selenggarakan oleh lembaga sensor Film RI dengan tema film dalam Perspektif Perlindungan Anak dan Hak Asasi Perempuan yang merupakan rangkaian kegiatan Sosialisasi Budaya Sensor Mandiri, “Bagi anak tontonan adalaha tuntunan film bukan sekedar hiburan bagi anak, namun juga sebagai sumber informasi hingga fungsi budaya dan pendidikan. Anak- anak dapat menirukan berbagai tokoh yang di tontonnya dan juga berperan dalam pembentukan tren yang kemudian menjadi panutan bagi mereka. Untuk itu sangat penting bagi produsen dan lembaga sensor film, memahami hal ini sebagai film yang di buat di harapkan benar-benar dapat memberikan nilai- nilai positif/ ramah (3/11).

Seharusnya pemerintah segera bertindak memberikan sanksi tegas kepada media jika masih menayangkan tontonan dan iklan yang bertentangan dengan budaya timur, harus segera di blokir. Hal ini tidak akan terjadi ketika di terapkannya sistem islam. Ngara akan berperan pengayomi, melindungi, dan bentengi bagi keselamatan seluruh rakyatnya, demikian juga anak. Nasib anak menjadi kewajiban negara untuk menjaminnya. Seperti yang di sabdakan Rasullah SAW ,”sesungguhnya al Imam (khalifah) itu perisai, dimana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung( di dari musuh) dengan (kekuasaan) nya. “(HR. Al Bukhori, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dll).