Oleh: Nuryanti (Anggota Komunitas Setajam Pena)

Joko widodo resmi teken UU cipta kerja yang jumlah halamannya 1187 lembar yang di tandatangani tgl 2 November 2020. Penolakan UU cipta kerja yang di lakukan para mahasiswa dan semua elemen di seluruh Indonesia, tak bisa merubah rezim yg tidak berpihak pada rakyat. Kini lengkap sudah kezaliman yang di lakukan rezim terhadap rakyatnya.

Berbagai fakta menunjukkan pemerintah takluk terhadap keinginan asing, yang membuat masa depan negeri ini tergadaikan. Penjarahan kekayaan alam oleh asing berlangsung legal. Utang makin menumpuk. Tenaga kerja asing makin bebas, lapangan kerja bagi pribumi makin sempit, korupsi berjamaah makin mencuat, orang2 yang menyerukan kebenaran di bungkam, ancaman hukuman dengan dalih mengancam NKRI. Ulama di kriminalisasi, maraknya kasus pornografi pornoaksi dan sebagainya.

Jika diamati lebih dalam, semua masalah ini di sebabkan penerapan sistem sekuler demokrasi yang menghilangkan peran agama dalam kehidupan. Hukum Allah di campakkan, hukum manusia di junjung tinggi. Bahkan umat di jauhkan dari ajaran islam yang benar. Kedurhakaan inilah yang menyebabkan bencana demi bencana di negri ini.

Gempa bumi, longsor, banjir, gunung meletus, hingga tsunami dan lainnya. Sehingga negeri ini jauh dari keberkahan. Sebagaimana firmanNya:
“Jikalau penduduk negri ini beriman dan bertaqwa, pasti kami limpahkan pada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi karena mereka mendustakan ayat kami maka kami siksa mereka di sebabkan perbuatannya.” (Al A’raf : 96)

Akibat dari kebijakan rezim yang bertentangan dengan hukum syara membuat semua rakyat ikut menanggung akibatnya. Bukankah rakyat menginginkan bangsa ini ada petubahan yang lebih baik agar bisa memperoleh keberkahan di negeri ini. Tidak cukup dengan pergantian pemimpin. Bukankah selama ini berkali kali ganti rezim namun tampa mengubah sistem kondisi tidak bisa menbaik. Kerusakan ini bukan pada orang, tetapi pada sistem yang di terapkan yaitu sekuler demokrasi, yang memang rusak dari asasnya.

Maka sudah saatnya sistem batil ini kita tinggalkan dan menerapkan hukum Allah yang pasti membawa keberkahan, dan bersama- sama menerapkan sistem Khilafah. Khilafah adalah kepemimpinan umum kaum Muslimin yang akan menerapkan syariat Islam dan mengemban dakwah ke seluruh alam. Sistem ini yang bisa membawa perubahan yg hakiki sistem ini pula yang bisa menaungi umat, baik Islam maupun non Muslim selama belasan abad.

Khilafah bisa mewujudkan kesejahteraan dan persatuan yang hakiki. Untuk bisa mewujudkannya di butuhkan upaya dakwah untuk membuka kesadaran umat. Yaitu dakwah pemikiran yang di lakukan dengan berjamaah seperti yang di contohkan rasul. Dari kesadaran inilah yang akan menggerakkan umat untuk bersama menuntut perubahan yaitu dengan menumbangkan sistem sekuler dan menggantikannya dengan sistim Khilafah.
Wallahu a’lam bishshowab