Oleh: Maman El Hakiem

Dunia tidak banyak berharap pada seorang presiden baru Amerika, seperti Joe Biden. Apalagi pada “Joe” yang lainnya. Karena Biden lahir masih dari rahim yang sama, yaitu sistem demokrasi kapitalistik. Dunia, terutama negara-negara yang mayoritas Muslim masih harus terus berjuang untuk melakukan perubahan menuju tatanan dunia baru, melanjutkan kehidupan Islam.

Secara konsep pemikiran, apa yang akan diterapkan Joe Biden sama dengan pendahulunya Trump, Obama atau Bush. Mereka hanyalah person dari sistem pemerintahan yang sekularistik. Persoalan Palestina akan terus pada posisi tertekan, isu-isu radikalisme tetap mengarah kepada kaum Muslim dimana pun berada. Agenda kapitalisme untuk menjajah negeri-negeri muslim akan terus digencarkan dengan berbagai cara, baik soft power maupun hard power.

Secara halus kapitalisme akan menjebak negeri kaum Muslim dengan utang luar negeri yang ribawi. Sedangkan secara hard power, mereka akan menjalankan politik adu domba dan perang tanpa bentuk (proxy war) dengan menyulut isu-isu separatisme dan hak asasi manusia. Sungguh masa depan yang suram, jika umat Islam tidak memiliki kecerdasan politik dan masih percaya kepada sistem demokrasi.

Penjajahan moderen adalah kapitalisme itu sendiri, menjajah dengan mengeksploitasi kekayaan alam negeri kaum Muslimin dengan dalih investasi. Di sisi lain sebagai sebuah ideologi, demokrasi ditanamkan dalam tatanan politik agar rakyat menyerahkan kekuasaannya kepada para pemilik modal. Aturan kehidupan yang akan diterapkan adalah hukum buatan mereka sendiri dengan mengatas namakan rakyat, padahal sejatinya jalan untuk memuluskan kepentingan usahanya. Seperti itulah harusnya umat di negeri ini membaca segala macam produk UU yang ada, lahir dari inisiasi dan proses keputusan sepihak penguasa atas pesan pengusaha. Sejatinya kehendak rakyat tidak pernah diapresiasi, hanya dijadikan alat eskalasi pergantian kekuasaan.

Jika mengharapkan perubahan yang lebih baik, masa depan dunia akan cerah hanya dengan sistem Islam. Karena sistem Islam telah terbukti di masa lalu menjadi sistem yang diterapkan oleh negara adi daya Daulah Khilafah Islamiyah dengan prestasinya yang spektakuler, baik dalam pembangunan fisik maupun non fisik. Khilafah menjadi negara yang hebat dengan dakwah dan futuhatnya, bukan dengan kekerasan imperialisme moderen ala sosialisme atau kapitalisme.

Masyarakat dunia harus mulai terbuka mata hatinya tentang sejarah peradaban Islam tersebut, bahkan menjadi harapan di masa depan jika merindukan kehidupan yang adil dan sejahtera. Belajar untuk meninggalkan framing jahat yang selalu menyudutkan konsep Islam yang radikal dan anti keragaman. Kepongahan negara adi daya Amerika, Inggris, Cina dan sekutunya hanya mampu dikalahkan oleh kekuatan masyarakat dunia yang tersadarkan akan aturan terbaik di dunia, yaitu aturan yang berasal dari Allah SWT, pencipta kehidupan dunia itu sendiri.
Wallahu’alam bish Shawwab.***