Oleh: Ummu Salman
(Pemerhati Sosial)

Partai Masyumi telah mendeklarasikan diri eksis lagi, yang diumumkan Sabtu 7 November 2020. Bahkan, setelah dideklarasikan, mereka disebut mengajak Partai Ummat bentukan Amien Rais untuk bergabung. (liputan6.com, 8/11/2020)

Munculnya kembali partai Islam baru, bisa jadi karena gerah dengan kondisi saat ini, dimana partai Islam yang ada tak mampu untuk membawa dan mengimplementasikan suara umat Islam di tingkat kekuasaan. Keberadaan partai politik Islam tersebut nyatanya cenderung stagnan dan tidak membawa perubahan yang berarti bagi umat Islam. Penyebabnya adalah partai politik Islam kalah pamor dari partai sekuleris yang ada. Karenanya, munculnya partai politik Islam baru, membawa semangat untuk membawa nilai-nilai Islam dalam kehidupan bernegara melalui penegakkan syariat.

Namun mesti disadari, bahwa aspirasi penegakan syariat mustahil diwujudkan di kancah politik demokrasi. Dalam aturan main perpolitikan sistem demokrasi, suara terbanyak memegang peranan penting untuk melegalkan sebuah kebijakan. Realita ini akhirnya menggiring partai politik Islam yang ada untuk melakukan berbagai manuver agar bisa tetap menjaga eksistensinya dalam kancah perpolitikan negeri ini. Manuver tersebut diantaranya adalah dibentuknya partai baru seperti partai ummat oleh Amin Rais dan munculnya partai Masyumi reborn, juga mendukung calon non muslim di pilkada 2020. Manuver tersebut dilakukan dengan harapan agar nantinya suara Islam bisa mendominasi dalam Parlemen sehingga lahir kebijakan yang berpihak pada Islam dan umat Islam.

Jalan menuju Parlemen, jelas harus memenangkan pemilu. Rakyat memilih partai sesuai dengan keinginan mereka. Maka meskipun jumlah partai politik Islam itu banyak, jika mereka tidak melakukan edukasi politik untuk memahamkan mereka kepada Islam, maka tentu mereka tidak akan memilih partai politik Islam. Kemudian banyaknya partai politik Islam yang ada, pada faktanya seringkali memecah suara umat yang memilihnya. Ini mengakibatkan suara yang diperoleh parpol islam menjadi sedikit.

Kalaupun ada parpol Islam yang lolos ke Parlemen, suara Islam kemudian akan dijegal oleh sistem Demokrasi yang diterapkan dalam parlemen. Sebagai sebuah sistem yang lahir dari aqidah sekuler, sistem Demokrasi telah menihilkan peran agama dalam kehidupan. menjadikan syariah Islam hanyalah salah satu option dari beberapa option yang ada. Kalaupun parpol Islam telah berusaha ideal, ada kekuatan adidaya kapitalisme yang akan intervensi terhadap kemenangan parpol Islam tersebut. Maka menjadi sebuah kemustahilan untuk memperjuangkan Islam dalam Parlemen.

Partai Politik dan Aktivitasnya Dalam Islam

Allah berfirman dalam surah Ali Imran ayat 104 yaitu: “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung”.

Ayat ini menunjukkan pada 2 perkara. Perkara pertama, sesungguhnya Allah mewajibkan seluruh kaum muslimin untuk menegakkan sekelompok umat. Syaikh Muhammad Abduh dalam al-Manar menyatakan bahwa umat dalam ayat ini lebih khusus dibandingkan dengan kata al-jamaah. Umat di sini adalah jamaah yang terdiri dari individu-individu yang memiliki ikatan yang menyatukannya sehingga dengan adanya ikatan tersebut mereka menjadi satu kesatuan kutlah (kelompok) yang lestari. Jelaslah bahwa makna ayat tadi adalah hendaklah ada suatu jamaah dari kalangan kaum muslimin, bukan hendaklah kaum muslimin menjadi suatu jamaah.

Perkara kedua, jamaah yang diperintahkan didirikan dalam ayat itu adalah partai politik. Dijelaskan bahwa jamaah yang harus dibentuk itu memiliki dua tugas, yaitu menyerukan al khair dan amar ma’ruf nahi munkar

Menyeru kepada al khair artinya menyeru atau mendakwahkan Islam secara keseluruhan. Sementara itu, memerintahkan perkara ma’ruf berarti memerintahkan segala perkara yang sesuai dengan Islam dan mencegah segala perbuatan yang bertentangan dengan ajaran Islam.

Perintah amar ma’ruf nahi munkar dalam ayat itu bersifat umum, baik pada rakyat biasa ataupun pada penguasa. Seringkali kejahatan di tengah masyarakat lahir dari kejahatan dan kezaliman penguasanya. Kemungkaran yang dilakukan penguasa sungguh tidak sebanding dengan kemungkaran seseorang secara individual. Dampak dari kemungkaran penguasa sungguh amat luas dalam kehidupan.

Inilah parpol Islam dan aktivitasnya, yaitu mendakwahkan Islam dan mengoreksi penguasa melalui jalan amar ma’ruf dan nahi munkar.

Wallahu ‘alam bishowwab