Oleh: Ria Asmara

Lagi-lagi ulama jadi sasaran para pendengki. Nikita Mirzani dengan entengnya menyebut ulama besar, Habib Rizieq dengan sebutan tukang obat. Sangat tak pantas tentunya. Karena sejatinya ulama adalah pewaris Nabi. Yang memiliki kedudukan mulia dan agung di sisi Allah. Allah pun meninggikan derajat mereka sebagai ahli ilmu.

Sebagai orang alim, ulama harus dihormati, dicintai dan dimuliakan. Miris sekali jika saat ini banyak pihak yang latah mencaci maki ulama dengan berbagai kepentingan. Berbagai modus, membuat cerita fiktif dengan maksud merendahkan pun menghinakan. Padahal, ulama adalah wali Allah. Yang tak lelah berdakwah, menyampaikan kebenaran yang datang dari Allah. Memusuhi mereka sama artinya dengan memusuhi Allah.

Ada kisa yang bisa diambil untuk menjadi pelajaran bagi para pendengi dan pencaci ulama. Pada zaman dahulu pernah diceritakan, ada seorang yang bernama Al-Qadhi Az-Zubaidi, ketika dia meninggal dunia lisannya berubah menjadi hitam, hal itu disebabkan karena semasa hidupnya beliau suka mencibir salah seorang ulama terkemuka di dunia Islam Al-Imam An-Nawawi. Nauzubillah min zalik.

Dari kisah ini, sebagai seorang muslim hendaklah kita takut akan siksa Allah. Allah adalah sebaik-baik pemberi balasan. Jika saat ini kita belum bisa atau belum mampu memuliakan dan menjaga ulama. Setidaknya, jangan pernah mencaci ulama. Menghinakan mereka. Apalagi merendahkan mereka.

Rasulullah SAW menyatakan, mereka yang tak memuliakan alim ulama bukanlah bagian dari umatnya. ”Bukan termasuk umatku orang yang tak menghormati orang tua, tidak menyayangi anak-anak dan tidak memuliakan alim ulama.” (HR Ahmad, Thabrani, Hakim). Wallahu a’lam bishawab.