Oleh : Mia Kusmiati

Pedofil merupakan kelainan. Penderitanya sangat sedikit yang menyadari. Justru, banyak yang marah ketika dikatakan sakit jiwa.

Tak jarang, mereka bersembunyi di balik topeng kelembagaan. Memainkan peran yang sangat epik demi menutupi bobrok tingkahnya. Jenis kelaminnya sama. Tetapi mereka saling suka dalam melakukan dosa.

Hukum harus lebih ditegaskan. Penderita pedofil kudu lebih terdeteksi. Beri wawasan pada anak tentang pentingnya menghindar dari orang yang tidak dikenal. Anggota tubuh mana saja yang boleh disentuh. Tunjukan pula, bagian tubuh yang haram disentuh orang lain, kecuali dirinya dan ibu.

Semakin maju teknologi. Pola pikir dan tingkah laku manusia malah makin kebelakang. Mengikuti jejak tokoh masa kelam yang diazab karena menyukai sesama jenis. Mengaku modern tetapi bikin perkara hobinya. Mohon maaf, situ waras?

Islam sudah mewanti-wanti agar kita menghindari perilaku seburuk itu. Bukan main, hukumannya dirajam sampai mati.

Menurut hukum Islam, orang yang melakukan hubungan seksual namun bukan pada pasangannya sendiri termasuk zina dan hukumannya yang layak adalah rajam (cambuk). Bila pelakunya belum menikah, hukumannya dirajam sebanyak 50 kali, dan yang sudah menikah dicambuk 100 kali sampai dia meninggal.

Pedofil juga bisa merusak moral bangsa. Menghancurkan tatanan negara serta meruntuhkan semangat juang generasi penerus kita.

Jakarta, 19 November 2020