Nirwana Ummu Maryam
(pendidik di Madrasa Aliyah)

Akhir-akhir ini maraknya berita di media sosial tentang pembuangan bayi semakin memprihatinkan. Fenomena pembuangan bayi bak jamur dimusim hujan. Tidak sulit menemukan liputannya, seperti dilansir, Tribun Newscom, Bogor – Penemuan sesosok mayat bayi gegerkan warga Cilebut, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Bogor, Selasa (17/11/2020). Berdasarkan informasi yang dihimpun TribunnewsBogor.com, mayat bayi itu ditemukan di sungai. Persisnya di dekat sebuah jembatan perumahan Cilebut sekitar Jalan Raya Cilebut.

Mayat bayi ini bahkan ditemukan di antara sampah plastik, kayu, bambu dan styrofoam yang menumpuk di sungai.Kondisinya pun sudah menghitam diduga karena sudah mengalami pembusukan.

Sebelumnya hal yang sama terjadi di kota yang sama – NS (18), remaja di Bogor ditangkap polisi karena diduga membunuh bayi yang baru dilahirkannya dan membuang jasadnya ke selokan. NS nekat melakukan aksinya karena sang pacar menolak bertanggungjawab atas bayi hasil hubungan gelap mereka (detiknews).

“Pelaku melakukan aksi kejinya ini dengan motif rasa malu, karena mempunyai anak di luar nikah dan sang Pacar tidak mau bertanggung jawab,” kata Kapolres Bogor, AKBP Roland Ronaldy, Minggu (15/11/2020).

Lebih miris lagi dari data yang dihimpun radarbogor.id dari Polres Bogor dan Polres Bogor Kota, dalam dua pekan terakhir, tercatat ada empat kasus penemuan mayat bayi. Satu di antaranya merupakan janin bayi berusia tujuh bulan.(RadarBogor,17/11/2020). Pembuangan bayi tersebut terliput oleh media sosial. Bagaimana yang tidak diliput dan tidak ketahuan ? Kejadian ini seperti fenomena gunung es yang nampak dipermukaan hanya sedikit tetapi di dasarnya yang tidak nampak lebih banyak.

 

/Membuang bayi adalah Dosa besar/

Membuang bayi adalah perbuatan yang tidak dibenarkan dalam Islam, karena merupakan dosa besar dan suatu bentuk kedzaliman. Membuang bayi sama saja dengan membunuh jiwa, Hal ini sangat dilarang dalam Islam, sebagaimana Firman Allah SWT dalam Al Qur’an surat Al-An’am ayat 151 :


۞قُلۡ تَعَالَوۡاْ أَتۡلُ مَا حَرَّمَ رَبُّكُمۡ عَلَيۡكُمۡۖ أَلَّا تُشۡرِكُواْ بِهِۦ شَيۡ‍ٔٗاۖ وَبِٱلۡوَٰلِدَيۡنِ إِحۡسَٰنٗاۖ وَلَا تَقۡتُلُوٓاْ أَوۡلَٰدَكُم مِّنۡ إِمۡلَٰقٖ نَّحۡنُ نَرۡزُقُكُمۡ وَإِيَّاهُمۡۖ وَلَا تَقۡرَبُواْ ٱلۡفَوَٰحِشَ مَا ظَهَرَ مِنۡهَا وَمَا بَطَنَۖ وَلَا تَقۡتُلُواْ ٱلنَّفۡسَ ٱلَّتِي حَرَّمَ ٱللَّهُ إِلَّا بِٱلۡحَقِّۚ ذَٰلِكُمۡ وَصَّىٰكُم بِهِۦ لَعَلَّكُمۡ تَعۡقِلُونَ ١٥١
Katakanlah: “Marilah kubacakan apa yang diharamkan atas kamu oleh Tuhanmu yaitu: janganlah kamu mempersekutukan sesuatu dengan Dia, berbuat baiklah terhadap kedua orang ibu bapa, dan janganlah kamu membunuh anak-anak kamu karena takut kemiskinan, Kami akan memberi rezeki kepadamu dan kepada mereka, dan janganlah kamu mendekati perbuatan-perbuatan yang keji, baik yang nampak di antaranya maupun yang tersembunyi, dan janganlah kamu membunuh jiwa yang diharamkan Allah (membunuhnya) melainkan dengan sesuatu (sebab) yang benar”. Demikian itu yang diperintahkan kepadamu supaya kamu memahami(nya).

/ Marak pembuangan bayi buah sekulerisme/

Pembuangan bayi dilakukan oleh kalangan remaja sekarang membuat kita mengelus dada. Bukan rahasia lagi banyak remaja melakukan hal-hal yang semestinya hanya boleh dilakukan suami istri mengantarkan pada kehamilan diluar nikah. Latarbelakang terjadinya pembuangan bayi adalah karena malu, belum siap punya anak, dikhianati pasangannya, dan pergaulan bebas. Hal itu merupakan salah satu permasalahan besar di negeri kita, karena dapat menyebabkan rusaknya moral generasi. Apalagi anak adalah penerus generasi selanjutnya yang harusnya menjadi generasi yang berkualitas, tangguh dan kuat.

Apabila diteliti dengan cermat Ada beberapa faktor yang menyebabkan maraknya pergaulan bebas:


Pertama, kurangnya perhatian keluarga dan penanaman nilai-nilai agama pada anak, sehingga menjadikan prilakunya bebas tidak terarah dan menabrak norma-norma agama. Padahal keluarga adalah tempat utama mendapatkan pendidikan aqidah dan akhlaq.

Kedua, lingkungan yang tidak kondusif dan tidak mendukung bagi remaja untuk berkembang dengan baik sesuai dengan nilai-nilai Islam. Merebaknya tontonan dan bacaan di masyarakat yang mudah diakses di internet menggerus keimanan remaja. Seperti pornoaksi, tayangan sinetron yang isinya pacaran dan mudahnya mengakses konten-konten porno. Dalam kondisi ini sangat wajar kalau terjadi pergaulan bebas, aborsi dan pembuangan bayi.

Ketiga, diberlakukannya oleh Negara sistem kehidupan sekuler liberal dimana kebebasan berprilaku diagung-agungkan. Agama diposisikan hanya mengatur ruang-ruang ibadah spiritual, tetapi diluar itu dipisahkan dari kehidupan publik termasuk dalam pergaulan. Kehidupan serba bebas hanya memburu kenikmatan dunia dan mengabaikan tujuan kehidupannya yang hakiki. Mereka berpandangan hubungan wanita dan laki-laki merupakan pandangan seksual semata, bukan pandangan dalam rangka melestarikan jenis manusia.

/Islam selamatkan generasi/

Islam sebagai way of life (pandangan hidup), datang dari sang khaliq yang menciptakan manusia. Islam memiliki seperangkat aturan. Islam akan melakukan proteksi kepada generasi dari berbagai pemikiran yang merusak. Bentuk proteksi ini dilakukan oleh keluarga, masyarakat dan kelompok dakwah serta negara. 

Keluarga sebagai individu yang bertaqwa hadir untuk menjaga, mendidik para generasi, sebagai madrasah pertama dan utama. Keluarga tempat mendapatkan gemblengan iman yang akan mengokohkan ketundukan pada aturan-aturan Allah. Menumbuhkan rasa takut pada Allah sehingga perbuatannya selalu terikat dengan syariat Allah.

Peran masyarakat dan kelompok dakwah untuk melakukan aktivitas amar ma’ruf nahi munkar. Mencegah berbagai kemungkaran yang akan merusak generasi. Peran ini sangat penting, karena akan menjadi pengingat ketika terjadi tindak kemaksiatan terhadap syariat sekecil apapun. Masyarakat muslim akan peka, bukan masyarakat individualis, tapi membangun masyarakat yang mencegah kemungkaran dan menyebarkan kema’rufan.

Paling penting peran negara. Negara hadir dengan melakukan pembinaan dengan menggunakan berbagai sarana atau media yang ada. Menutup berbagai celah yang dapat mengantarkan atau menjerumuskan kepada kemaksiatan yang bisa merusak generasi. Negara bertanggung jawab menerapkan sistem pergaulan Islam. Tidak akan dibiarkan pergaulan bebas antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram, tidak akan dibiarkan terbukanya aurat dan gerakan erotis yang merangsang syahwat, juga tidak akan dibiarkan adanya konten-konten yang mengantarkan pada kerusakan akhlak.

Sungguh hal ini hanya bisa terwujud ketika islam diterapkan secara kaffah dengan adanya seorang penguasa yang akan melindungi umat. Nabi Muhammad Saw bersabda:
إِنَّمَا الْإِمَامُ جُنَّةٌ يُقَاتَلُ مِنْ وَرَائِهِ وَيُتَّقَى بِهِ
”Sesungguhnya al-Imam (Khalifah) itu perisai, di mana (orang-orang) akan berperang di belakangnya (mendukung) dan berlindung (dari musuh) dengan (kekuasaan) nya.” (HR. Al-Bukhari, Muslim, Ahmad, Abu Dawud, dll)

Hadits ini memberikan makna bahwa keberadaan seorang al-imâm atau khalifah itu akan menjadikan umat Islam memiliki junnah atau perisai yang melindungi umat Islam dari berbagai marabahaya, keburukan, kemudaratan, kezaliman, dan sejenisnya. Wallahu a’lam bi shawab