Oleh : Rina Marlina

Tokoh perlawanan terhadap kezaliman akhirnya kembali pulang. Kedatangan HRS disambut gembira oleh umat . Bandara Soetta seketika memutih dipadati ribuan umat. HRS dikenal sebagai pemimpin Front Pembela Islam. Beliau lah yang menggerakan 212 dan berbagai aksi Bela Islam kala Al – Qur’an dinistakan, gerakan itupun menjadi arus baru perjuangan umat. Beliau juga dikenal lantang membela kebenaran dan melawan kezaliman, sehingga sosok beliau menjadikan para penguasa yang zalim ketakutan.

Inilah bukti seorang ulama yang gundah melihat banyaknya kemungkaran karena penguasa yang mengabaikan aturan Sang Pencipta. Beliau pun sangat miris menyaksikan berbagai produk UU yang kian menggantung nasib rakyat. Berbagai problematika negeri tak kunjung terurai dengan solusi pasti dari pelaku korupsi hingga khianati rakyat sendiri. Rezim lebih berpihak pada kepentingan kapitalis asing dibandingkan negeri sendiri. Sebagai ulama yang tangguh HRS pun menyerukan revolusi akhlak.

Revolusi akhlak merupakan cerminan dari tindakan Nabi Muhammad SAW . Di dalam hadis dari Abu Hurairah r.a, Rasulullah SAW bersabda :

” Sesungguhnya aku diutus hanya untuk menyempurnakan keshalihan akhlak ” [ HR. Baihaqi ]

Akhlak merupakan penerapan dari pelaksanaan peraturan syariat Islam dalam kehidupan . Mustahil ia berakhlak manakala ia tak melaksanakan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Akhlak buruk adalah hasil dari diterapkannya perilaku manusia yang melawan perintah Allah. Dalam setiap diri Rasulullah tercakup seluruh akhlak baik, itulah kenapa beliau dijadikan uswah bagi seluruh manusia dimuka bumi ini.

Akhlak Rasulullah adalah Al-Qur’an dan As-Sunah. Akhlak beliau sebagai suami, orangtua, anak, anggota masyarakat dan juga sebagai kepala negara. Semua itu harus menjadi suri tauladan bagi kita semua. Inilah maksud dari seruan revolusi akhlak yang disebut HRS . Beliau mengajak seluruh umat Islam untuk melakukan revolusi akhlak. Ini dapat dimulai dengan hijrah dari perbuatan maksiat ke perbuatan yang lebih taat pada aturan agama. Hal tersebut bisa dimulai dari perbaikan individu sekaligus perbaikan masyarakat. Oleh karena itu, revolusi akhlak mestinya diikuti dengan revolusi sistem. Sebab akhlak yang buruk adalah akibat diterapkannya sistem kapitalis sekuler.

Oleh karena itu, sudah saatnya kita kembali kepada aturan Allah secara kaffah. Dengan diterapkannya sistem Islam dibawah naungan Khilafah akan menjadikan umat berakhlak karimah dan akan menjadikan umat sejahtera. Semua itu akan terwujud ketika syariat Islam ditegakan . Wallahu’alam bishawab .