Oleh: Dewi Meiliyan

Sebuah investigasi yang dirilis pada Kamis (12/11) menunjukkan perusahaan raksasa asal Korea Selatan secara sengaja menggunakan api untuk membuka hutan Papua demi memperluas lahan sawit. Investigasi dilakukan oleh Forensic Architecture yang berbasis di Inggris. Dengan menggunakan petunjuk visual dari video udara yang diambil oleh Greenpeace Internasional pada 2013 serta sistem geolokasi, mereka menemukan kebakaran terjadi di konsesi PT. Dongin Prabhawa–anak perusahaan Korindo.

Hal ini tidak hanya menggambarkan sistem ekonomi yang sudah tidak memperhatikan lingkungan lagi. Namun, juga pertanda semakin kuatnya kekuatan asing yang membelenggu Papua atau di wilayah lain di negeri ini. Perusahaan asing masif memainkan kekuasaannya terhadap negara ini.

Hal ini tentu berbeda dengan negara khilafah yang kuat dan tegas dalam melindungi aset kepemilikan umum (rakyat) dari intervensi negara asing.

Lemahnya negara kapitalisme dalam menghadapi investor yang semena-mena menjadi salah satu pertanda gagalnya sistem/aturan yang digunakan.