Oleh: Dewi Meiliyan

Perjanjian Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP) resmi ditandatangani pada Ahad (15/11/2020). RCEP mengelompokkan 10 anggota ASEAN, China, Jepang, Korea Selatan, Australia dan Selandia Baru. Jelas kelompok ini akan menguntungkan China karena Trump mundur dari TPP dan India yang mundur dari pembicaraan ini.

Hal ini memperjelas bahwa kedudukan negara-negara ASEAN tidak mandiri dan berpotensi sebagai konsumen bagi negara-negara besar seperti China. Diduga, strategi sebagai langkah negara-negara besar untuk mengkotak-kotakkan wilayah agar mudah dikuasai. Ketika pengaruh negara-negara besar semakin tertanam, maka negara lain tidak bisa berbuat apa-apa lagi.

Peresmian blok perdagangan baru Asia Pasifik bukan menjadi langkah perbaikan perekonomian negara-negara anggota, melainkan sebagai alat baru bagi China untuk menguasai negara-negara anggota lainnya.