Oleh: Isti Qomariyah

Pesta demokrasi usai digelar di negara adidaya Amerika, ucapan selamat pun membanjiri pasangan presiden Joe Biden dan wakilnya Kamala Harris dari berbagai negeri. Presiden AS terpilih Joe Biden telah memenangkan 306 suara elektoral (electoral college). Sementara itu, petahana Presiden Donald Trump hanya meraih 232 suara ( Liputan6.com).

Dikutip dari JakbarNews, Jika nantinya menang dan resmi terpilih jadi Presiden Amerika Serikat2020, Joe Biden berjanji kepada umat muslim akan memperlakukan agama Islam sebagaimana mestinya. Janji manis tersebut mendapat angin segar dan mengundang simpatik umat Islam di seluruh negeri. Hal itu di ungkapkan pula dikanal YouTube miliknya dengan mengatakan,”Saya berjanji kepada Anda sebagai presiden, Islam akan diperlakukan sebagaimana mestinya, seperti keyakinan agama besar lainnya. Saya sungguh-sungguh bersungguh-sungguh,” tegasnya.

Tak hanya itu Biden juga mengutip hadist Nabi Muhammad “Memerintahkan siapa pun di antara kamu melihat kesalahan biarkan dia mengubahnya dengan tangannya jika dia tidak mampu, maka dengan lidahnya jika dia tidak mampu, maka dengan hatinya,” kata Joe Biden. Hal tersebut menampakkan kenapa Joe Biden harus mengalahkan Donal Trump, karenanya suara Muslim Amerika menjadi penting.

Kita harus belajar dari pengalaman politik sebelumnya pergantian rezim tak dapat memberikan perubahan berarti selama sistem yang diterapkan tetap sama yakni demokrasi. Tentu kita masih ingat bagaiman Presiden George Walker Bush, berkuasa hubungan dunia Islam dan Amerika sangatlah membawa dampak buruk dan menyakitkan dikarenakan kebijakan-kebijakan yg tidak berpihak serta merugikan bagi Islam dan juga dinilai keras.

Ketika Presiden Amerika Serikat Barack Husein Obama berpidato di Universitas Al-Azhar Kairo, pada 12 Juni 2009 yang di antaranya menyatakan akan melakukan rekonsiliasi dengan Dunia Islam melalui upaya mendamaikan Palestina-Israel secara adil, muncul optimisme sayup-sayup dunia Islam dan khususnya dunia Arab (REPUBLIKA.CO.ID).

Namun janji tinggalah janji, apa yang dilakukan Barack Obama pada kenyataannya jauh dari apa yang diharapkan. Amerika tetap bergeming dan tak berkutik pada kekejaman Israel atas negeri-negeri muslim. Amerika telah mendesain pengaruhnya atas negara lain sesuai dengan kepentingan yang didasarkan pada ideologi yang diembannya.

Ideologi Kapitalisme yang diemban oleh Amerika, merupakan ideologi yang menggunakan imperialisme sebagai metode untuk menjajah dengan tabiatnya menguasai dari segi politik, ekonomi, sosial atas negeri-negeri berkembang dibawahnya. Asas berbuat dari sistem Kapitalisme ini, bukan berdasarkan benar dan salah serta hati nurani, tapi semua berdasarkan atas asas manfaat. Tak hanya itu ideologi yang diemban oleh Amerika terus menghembuskan sekulerisme dan liberalisasi, untuk melemahkan individu dan masyarakat muslim, serta menjauhkan agama dari negara.

Oleh karena itu, kemenangan Biden, saat ini tidaklah boleh melenakan kaum muslim untuk berharap banyak memberikan perubahan dan melenakan dari perjuangan Islam Kaffah. Ummat muslim membutuhkan sistem yang praktis dan ideologis yang bisa mengimbangi kekuatan Amerika. Kekuatan itu bisa terwujud apabila negara dan dunia ini diatur oleh aturan yang bersumber Pencipta manusia, yakni sistem Khilafah. Dengan penerapan aturan Islam secara Kaffah dalam naungan Khilafah inilah yang akan bisa membangkitkan umat manusia, dari kukungan ideologi kufur, menyelamatkan negeri-negeri muslim dari penjajahan yang tak berkesudahan.