Oleh: Marvha Mirandha (Aktivis Mahasiswi)

Komodo merupakan satwa endemik Indonesia yang sangat luar biasa. Komodo juga menjadi salah satu pariwisata kebanggaan Indonesia, karna memang tak ada duanya di dunia. Namun sayang sungguh sayang kabar terbaru darinya justru terancam punah bahkan pemerintah berniat menjual dengan tujuan pembangunan destinasi dan pariwisata.

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan memastikan pemerintah akan tetap mempromosikan pariwisata komodo di Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur (NTT). Ia meyakinkan, pembangunan yang dilakukan di destinasi pariwisata tersebut dilakukan untuk bisa menjaga keberlangsungan hewan langka tersebut.(Galamedianews.com)

Beliau juga menyatakan bahwasannya salah satu tujuan memang dalam rangka komersil seperti halnya yang beliau nyatakan. “Karena saya pikir komodo ini cuma satu satunya di dunia, jadi kita harus jual,” katanya dalam Rakornas Percepatan Pengembangan 2 Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP), Jumat (27/11). Ia mengakui jika proyek ini memang bersifat komersil. Namun, tujuannya adalah untuk menjaga keberlangsungan hewan langka tersebut.(cnnindonesia.com)

Namun benarkah demikian?. Benarkah hewan komodo ini akan lebih terjaga dengan dibangunnya destinasi pariwisata atau justru sebaliknya. Bukankah akan sangat menyedihkan dan mengkhawatirkan jika hal ini justru membawa dampak buruk bagi keberlangsungan komodo yang merupakan kebanggaan Indonesia dan satwa endemik asli Indonesia.

Hewan langka dan lingkungan alaminya adalah satu kesatuan. Dimana ketika kondisi alam yang merupakan habitat alami komodo berada dalam kondisi terbaik tentu saja hewan ini akan berasa dalam keadaan terbaik pula terhindar dari kepunahan berbeda halnya jika kondisi alam yang merupakan habitat hewan tidak terjaga maka kepunahan pun tak akan terhindari. Dengan demikian perlu pertimbangan luar biasa untuk menjual komodo demi kemajuan pariwisata dan keuntungan ekonomi.

Berbeda halnya dalam islam. Pariwisata adalah salah satu sarana yang digunakan negara untuk menguatkan keimanan seseorang. Mengenalkan seseorang terhadap pencipta-Nya. Maka wajar jika bukan perekonomian dan nilai keuntungan yang dijadikan sebagai patokan dalam mengembangkan pariwisata. Sistem islam juga akan memastikan kondisi alam dapat terjaga dengan baik, sehingga sebisa mungkin menghindari terjadinya kepunahan. Habitat hewan secara alami akan dijaga, karna islam memang memerintahkan untuk tidak merusak lingkungan. Berbuat baik tidak hanya kepada sesama manusia namun juga pada hewan.

Hal ini karna sempurnanya ajaran islam sehingga segalanya yang ada di dunia ini tak luput dari aturannya. Hal ini pun pernah dicontohkan secara langsung oleh baginda Nabi Muhammad SAW, ketika beliau mendapati seekor burung yang terpisah dari induknya. Suatu ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam melihat seekor burung yang terpisah dari induknya beliau lalu menegur dan bersabda: “Siapa gerangan yang telah menyakiti perasaan burung ini karena anaknya Kembalikanlah kepadanya anak-anaknya.” hadis riwayat Abu Daud.

Maka aturan dari sistem islam inilah yang mampu membawa keseimbangan dan harmonisasi dalam kehidupan. Itulah sebabnya islam disebut rahmatan lil ‘alamin karna seperangkat aturan islam tak hanya membawa rahmat bagi ummat islam saja namun juga bagi seluruh dunia termasuk juga pada perlindungan terhadap hewan. Wallahu ‘alam bis showwab