Reporter: Nany Andari

Menanggapi revolusi akhlak yang digaungkan oleh Habib Rizieq Shihab, pakar ekonomi Dr. Ichsanudin Noorsy, B.Sc., S.H., M.Si. menyebut bahwa tugas utama revolusi akhlak adalah menolak keserakahan.

“Revolusi akhlak berisi lima hal yaitu pertama, membebaskan satu bangsa, satu masyarakat, satu keluarga, atau bahkan satu individu dari ketertindasan. Kedua membebaskan diri atau bangsa dari kebodohan. Ketiga dan seterusnya yaitu dari kemiskinan, ketimpangan dan kehinaan. Kalau tugas revolusi akhlak seperti itu, maka secara ekonomi tugas utamanya adalah menolak keserakahan,” tuturnya dalam Dialog Nasional 100 Ulama dan Tokoh “Revolusi Akhlak Solusi untuk Indonesia yang Bermanfaat,” di kanal Front TV, Rabu (2/12/2020).

Ichsanudin menerangkan, dalam perspektif Islam perekonomian juga harus menegakkan kejujuran, anti riba, saling memberi, berbagi dan peduli. “Serta mensyaratkan silaturahmi baru, setelah itu terwujud ukhuwah,” imbuhnya.

Merujuk pendapat Habib Rizieq Shihab, ia menyampaikan bahwa seseorang berpangkat harus terhormat. Kalau dia menjabat harus bermartabat. “Apabila dia beramanat jujur, berharkat jujur dan berderajat,” pungkasnya.