Oleh : Asma Ridha (Pegiat Literasi Aceh)

Islam adalah agama sempurna, Allah SWT turunkan dengan segenap aturan totalitas dalam seluruh sendi kehidupan. Tidak ada satu sisi dalam kehidupan ini yang luput dari aturan-Nya, termasuk syariat-Nya juga mengatur tentang mekanisme media informasi yang harusnya diatur oleh negara.

Media penerangan (Al-I’lam) dalam sistem Islam, sangatlah dibutuhkan dan diperhatikan oleh negara. Keberadaannya menjadi fungsi untuk menyebarluaskan syariat-Nya. Baik untuk kalangan internal kaum muslimin dan eksternal yang ditujukan kepada negara luar yang belum tertaklukkan dengan Islam.

Untuk kalangan internal, fungsi media informasi ini tidak terlepas dari mensyiarkan Islam. Agar taqwa individu senantiasa terjaga dengan kondusif. Menjadikan ideologi Islam dalam diri masyarakat menjadi kuat, lurus dan bersih dari segala pemikiran kufur. Maka, tidak akan kita temukan media yang menyebarkan berita hoax, konten yang merusak pemikiran, akhlak dan penuh cacian atau hinaan kepada pihak-pihak tertentu. Tidak akan kita dapati perfilman yang mengundang syahwat, mengajarkan budaya hidup liberal, atau budak cinta, dunia perselingkuhan, pornografi dan pornoaksi seperti saat ini.

Tontonan yang menjadi tuntunan haruslah sejalan dengan aqidah Islam. Tidak dibenarkan konten-konten khurafat layak menjadi tayangan yang menghiasi media masa. Maka, Khilafah melalui media penerangan akan sangat selektif dalam mempublis pemberitaan. Karena urgensinya untuk dakwah dan haibah Khilafah itu sendiri.

Politik penerangan Khilafah Islam, dalam memberikan informasi haruslah kuat dan berpengaruh menyentuh pola pemikiran dan perasaan masyarakat saat memaparkan Islam. Membentuk kesatuan dan ukhuwah Islamiah yang solid. Bukan justru menjadi pemicu disintegrasi terpecah belahnya umat.

Tidak hanya mempengaruhi internal warga negara Islam saja. Media penerangan ini juga mempengaruhi aspek eksternal, yaitu mensyiarkan Islam ke seluruh negeri yang belum tertaklukkan. Baik di saat damai, ataupun dalam keadaan berperang. Yang ditonjolkan adalah aspek Islam yang Agung dan Rahmatan Lil Alamin. Menunjukkan kekuatan negara yang kokoh, baik dari sisi militer dan kehidupan ekonominya. Sehingga menjadi negara adidaya yang mampu ditakuti oleh musuh. Menunjukkan keadilan Islam, dengan hukum yang sangat adil, sebab hukum Allah SWT yang diterapkan tidak akan pernah memberikan efek buruk dalam kehidupan. Sehingga akan terlihat, betapa lemahnya hukum buatan manusia yang tidak layak untuk menyelesaikan setiap persoalan kehidupan umat manusia.

Oleh karena itu, semua bentuk informasi yang terkait dengan kekhilafahan tidak boleh disebarkan begitu saja, sebelum mendapat persetujuan dari pihak negara. Apatah lagi, terkait isu, propaganda, dan urusan militernya. Haruslah sesuai persetujuan seorang Khalifah. Dalil urgensinya media penerangan ini, sebagaimana Firman Allah SWT dalam QS : An-Nisa’ : 83.

Akan tetapi, bukan berarti media dalam Islam menjadi kaku tanpa ada hiburan sama sekali. Namun dibatasi oleh hukum Syara’ yang akan menyeleksi konten-konten yang layak tayang. Sehingga yang sifatnya informasi tidak terkait urusan negara, tidak memerlukan izin dari Khalifah atau orang yang ditunjuk oleh Khalifah mengurusi media penerangan ini. Misal : konten terkait olah raga, pola hidup sehat, cuaca, tentang masakan, sains dan teknologi, berita dunia, seputar informasi pasar dan lain sebagainya tidak membutuhkan izin. Selama tidak melanggar Syariat negara tidak akan melarangnya.

Demikianlah Islam dalam bingkai Khilafah menciptakan suasana media yang kondusif dan aman untuk diterima oleh seluruh lapisan masyarakat. Media yang membuat Islam kian agung, setiap tontonan layak jadi tuntunan. Tidak dikhawatirkan konten-konten yang merusak generasi. Sungguh, Islam adalah agama yang sempurna. Sudah seharusnya, penerapan dalam kehidupan sehari-hari segera terlaksana. Hanya dengan Islam Kaffah, media informasi akan terseleksi dengan baik. Dan tidak ada berita yang dikhawatirkan jatuh pada gosip, hoax yang tidak berfaedah sama sekali.

*Penjelasan ini, disadur dari Kitab Ajihizah Bab Media Penerangan

Wallahu A’lambishhawab